
Jakarta –
Eksim atau dermatitis atopik pada anak bisa dipicu oleh banyak faktor. Salah satunya karena mengonsumsi makanan tertentu.
Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Kecantikan Dr. Sri Priyanthi Gondokaryono, SP.DV Makanan yang mengandung protein menyebabkan ruam pada anak usia 0,5 hingga 2 tahun.
“Makanan itu banyak mengandung protein. Saya punya pasien yang alergi telur, jadi kalau makan telur pasti timbul ruam merah,” kata dr Sri saat memberikan sambutan di Jakarta Selatan, Sabtu (15/6/2021). 2024). .
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
“Jadi proteinnya banyak, produk sehari-hari, susu, telur, seafood. Tapi tidak semuanya seperti itu,” lanjutnya.
Penyebab anak menderita eksim atau dermatitis atopik dapat dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu faktor genetik, lingkungan, respon imun, dan masalah kulit.
“Eksim dermatitis atopik dipengaruhi oleh 4 faktor, yang pertama faktor genetik, yang kedua faktor lingkungan, yang ketiga gangguan respon imun, yang keempat masalah pertahanan kulit. Jadi ada 4 faktor,” kata dr Sri.
Dr Sri menekankan kepada orang tua bahwa mereka mempunyai peran yang sangat penting terhadap anak yang menderita epilepsi. Oleh karena itu, orang tua harus memahami dengan benar tentang pengobatan ruam.
“Mereka (orang tua atau pengasuh) harus rutin melakukan pelembap. Pelembab pada anak menjadi tantangan tersendiri,” lanjut dr Sri.
“Dengan perawatan kulit yang konsisten dan teratur, hal inilah yang terbukti mengurangi frekuensi eksim,” lanjutnya.
Salah satu tips terbaik untuk melembabkan kulit bayi yang ruam adalah dengan mengaplikasikannya beberapa menit setelah mandi. Menurut dr Sri, hal ini efektif mencegah kulit kering pada bayi.
“Kuncinya cara pakainya, kapan pertama kali mengaplikasikan pelembap. Jadi pelembap paling bagus saat kulit dalam keadaan basah, jadi sebaiknya segera dicuci setelah mandi, jadi sebaiknya dipakai dalam waktu 3 menit setelah mandi,” kata dr. Sri.
“Kenapa? Karena air sisa cucian sangat kita butuhkan. Ini kuantitas yang kedua, kita tidak bisa irit,” ucapnya.
Menonton video”Korea Selatan mengembangkan vaksin massal untuk mengobati penyakit kulit pada sapi.“
[Gambas:Video 20detik]
(Naf/Naf)