
Jakarta –
Seorang pria harus menjalani operasi untuk mengamputasi penisnya setelah minum terlalu banyak alkohol. Kasus ini dialami seorang pria berusia 65 tahun di Meksiko.
Pria tak dikenal ini pergi ke puskesmas dengan keluhan demam dan suara bising di sekitar tulangnya. Selain itu, sejumlah besar nanah berwarna hijau dan berbau busuk keluar dari uretra dan kulup, kulup, dan anus.
Dokter memastikan bahwa pasien mengalami pembesaran kelenjar prostat dan terdapat banyak kista atau penumpukan nanah. Untuk pengobatannya, dokter memberikan darah, antibiotik, dan insulin.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
Namun, saat mengunjungi rumah sakit untuk kedua kalinya, kondisi pria tersebut semakin parah. Dokter harus mengamputasi seluruh penis karena jaringannya menjadi hitam akibat gangren.
Dalam hal ini, penyalahgunaan alkohol menyebabkan gangren dan buang air kecil berlebihan.
“Perkembangan gangren iskemik pada organ merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi, karena suplai darah ke organ sangat besar dan terdapat risiko tinggi terjadinya sepsis yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas,” tulis para dokter. Laporan kasus Urologi.
“Dalam kasus ini, gejala gangren iskemik penis dikaitkan dengan faktor gabungan, yaitu gangren Fournier akibat trauma penempatan kateter transureteral, diabetes yang tidak terkontrol, dan penyakit arteri koroner. Penektomi total dilakukan karena kurangnya jaringan yang dapat hidup. Penektomi atau rekonstruksi ,” kata para dokter. menjelaskan.
Mengingat situasi ini, konseling ekstensif diberikan kepada pasien mengenai indikasi pembedahan, konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang, dan implantasi kateter sistostomi.
(Sao/Kna)