Apakah Anda suka makan mangga? Jika Anda memiliki 5 kondisi ini, sebaiknya berhati-hati-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-


Jakarta

Mangga memiliki kandungan nutrisi yang melimpah. Meski demikian, buah ini tidak disarankan untuk dikonsumsi berlebihan oleh penderita kondisi medis tertentu.

Menurut Healthline, mangga mengandung beragam protein, karbohidrat, serat, serta berbagai vitamin dan mineral. Satu buah mangga (165 gram) dapat mengandung nutrisi sebagai berikut:

  • Konten kalori: 99
  • Protein: 1,4 gram
  • Karbohidrat – 24,7 gram
  • Lemak: 0,6 gram
  • Serat: 2,6 gram
  • Gula: 22,5 gram
  • Vitamin C: 67 persen dari kebutuhan harian yang direkomendasikan
  • Folat: 18 persen dari kebutuhan harian yang direkomendasikan
  • Vitamin B6: 12 persen dari kebutuhan harian yang direkomendasikan
  • Vitamin A: 10% dari asupan harian yang direkomendasikan.
  • Vitamin E: 10 persen dari kebutuhan harian yang direkomendasikan
  • Vitamin K: 6 persen dari asupan harian yang direkomendasikan
  • Kalium: 6 persen dari asupan harian yang direkomendasikan
  • Magnesium: 4 persen dari kebutuhan harian yang direkomendasikan

Kandungan nutrisi Mangga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan, antara lain:

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

  • Meningkatkan imunitas tubuh
  • Ini melindungi jantung dari peradangan dan stres oksidatif
  • Memfasilitasi pencernaan
  • Mendukung kesehatan mata
  • Ini mengurangi risiko beberapa jenis kanker

Siapa yang tidak bisa makan mangga saja?

Meski berkhasiat dan baik untuk kesehatan, zat tertentu pada buah mangga bisa memperburuk gejala atau penyakit. Jadi, jika Anda memiliki kondisi berikut ini, berhati-hatilah saat meminum mangga.

1. Obesitas

Hubungan antara mangga dan obesitas berbeda-beda di antara para ahli. Chaitali Rajendra Rane, ahli gizi di RS PD Hinduja, yang dikutip eksklusif dari My Health, mengatakan mangga tinggi karbohidrat dan menyebabkan penambahan berat badan. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak menggunakan buah ini dengan susu, atau tidak menggunakannya secara berlebihan.

Sementara itu, dikutip dari India.com, ahli gizi Rujuta Dwekar tidak sependapat jika mangga menjadi penyebab obesitas. Menurutnya, mengonsumsi mangga dianjurkan dalam jumlah sedang karena buah ini kaya akan antioksidan dan membantu meningkatkan metabolisme.

2. Kencing Manis

Mangga memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penderita diabetes sebaiknya mengurangi konsumsi buah ini. Selain mengonsumsi mangga secara berlebihan, penderita diabetes juga sebaiknya tidak mengonsumsi mangga setelah makan karena dapat menyebabkan peningkatan gula darah.

Namun pada penderita diabetes tipe 2, mangga rajuta aman dikonsumsi dalam jumlah sedang karena memiliki indeks glikemik yang rendah. Selain itu, banyaknya antioksidan di dalamnya membantu mengontrol kadar gula darah.

3. Alergi

Menurut ahli gizi Priya Bansal, MSc, dari OnlyHealth, mengonsumsi mangga yang tidak dikupas dan utuh dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Pasalnya, kulit mangga mengandung zat bernama urushiol yang juga terdapat pada tumbuhan ivy.

Gejalanya mungkin berupa iritasi atau gatal di dalam dan sekitar mulut. Nah, untuk mengurangi risiko tersebut, kupas dan cuci mangga dengan baik sebelum dikonsumsi.

4. Diare

Penderita diare juga harus berhati-hati saat mengonsumsi mangga. Pasalnya buah ini mengandung serat yang melancarkan buang air besar dan memperlancar buang air besar (BAB).

Oleh karena itu, terlalu banyak mengonsumsi mangga akan memperburuk diare Anda. Menurut Oncolink, penderita diare sebaiknya tidak melebihi 10 gram serat per hari.

5. Penyakit ginjal

Penderita penyakit ginjal tidak bisa sembarangan mengonsumsi mangga. Hal ini disebabkan kandungan potasium pada buah tersebut.

Dikutip dari India.com Kalium merupakan mineral yang membantu mengatur fungsi saraf, otot, dan keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Biasanya, mineral ini disaring keluar tubuh bersama urin.

Namun jika ginjal bermasalah, kalium tidak bisa bekerja sempurna. Akibatnya, mineral ini bisa menumpuk di dalam darah dan menyebabkan hiperkalemia.

(di/kna)

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama