Bisa Sebabkan Gangguan Jantung, Berikut 5 Gejala Sleep Apnea yang Sering Luput dari Perhatian.-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-


Jakarta

Obstructive sleep apnea (OSA) atau apnea tidur adalah gangguan pernafasan yang disebabkan adanya penyumbatan pada saluran pernafasan saat seseorang tidur. Kondisi ini seringkali menunjukkan tanda-tanda yang terkadang tidak terlihat.

Menurut Mirror UK, sleep apnea menyebabkan oksigen dalam darah turun saat tidur, menyebabkan seseorang merasa seperti tercekik. Selain itu, kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan sistem kardiovaskular.

“Jika sleep apnea yang dialami seseorang parah, kemungkinan besar mereka terkena serangan jantung, stroke, atau serangan jantung akan lebih besar. Kondisi ini juga dapat menyebabkan aritmia jantung,” kata dokter NHS dan spesialis tidur Hannah Patel.

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

OSA dapat menyerang siapa saja, namun pria dua hingga tiga kali lebih rentan. Ketika wanita mengalami obesitas dan menopause, risiko mereka terkena 'gangguan tidur' ini mungkin meningkat.

Lantas, apa saja gejala yang muncul saat seseorang mengalami OSA?

1. Mendengkur di malam hari

Orang yang mendengkur di malam hari bisa menjadi tanda sleep apnea, apalagi jika dengkurannya terdengar keras. Meski mendengkur merupakan salah satu gejala yang paling sering dilaporkan, seseorang bisa saja mengalami sleep apnea meski tidak 'mendengkur' saat tidur.

2. Sakit kepala saat bangun tidur

Orang yang menderita 'gangguan tidur' ini terbangun dengan sakit kepala yang berdebar-debar atau berdenyut. Joshua Piper, spesialis gangguan tidur, mengatakan kondisi tersebut terkait dengan penurunan saturasi oksigen.

“Kami menduga hal ini ada kaitannya dengan penurunan saturasi oksigen dan peningkatan konsentrasi karbon dioksida dalam darah. Responnya adalah pembuluh darah melebar sehingga memberi tekanan pada tengkorak dan menyebabkan sakit di kepala,” ujarnya.

3. Kesulitan berkonsentrasi

Sleep apnea membuat seseorang sulit berkonsentrasi. Hal ini disebabkan kurangnya produksi hormon yang dapat merangsang kesadaran seseorang.

“Pada penderita OSA, hormon yang menstimulasi kewaspadaan tidak diproduksi sesering pada orang yang cukup istirahat. Anda juga melihat laporan kehilangan ingatan jangka pendek dan kabut otak,” kata Joshua.

4. Sering buang air kecil pada malam hari

Sleep apnea dikaitkan dengan nokturia, atau suatu kondisi di mana seseorang sering buang air kecil di malam hari. Ini karena tubuh terhambat memproduksi hormon antidiuretik (ADH).

“Saat kita tidur nyenyak, tubuh kita memproduksi hormon antidiuretik (ADH) yang mengurangi jumlah urin di malam hari,” ujarnya.

5. Mengubah tempat tidur

Orang dengan sleep apnea kesulitan mendapatkan tidur nyenyak. Sleep apnea menyebabkan seseorang mengalami tidur 'gelisah', sehingga menyebabkan mereka sering mengubah posisi tidur, menendang selimut, atau bahkan berdiri di lantai.

(DP/Naik)

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama