Cindy Fatikasari bekerja paruh waktu di Kanada.-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-




Jakarta

Mitra Cindy Fatikasari dan Tengku Firmansyah Dia menikmati kehidupan barunya di Kanada. Jauh dari kehidupan selebriti, pasangan ini mencoba aktivitas baru sebagai artis yang keluar dari zona nyaman.

Setelah tinggal di Edmonton, Kanada selama 4 bulan, Tengku Firmansyah mengungkap karya barunya. Tengku Firmansyah terlihat menggunakan masker pengaman saat memegang alat pemotong atau las logam.

Tengku Firmansyah bukan satu-satunya yang menjajal karier baru. Istrinya, Cindy Fatikasari, diberitahu oleh putri sulungnya, Tengku Siara Anathaya, bahwa ia juga akan mencoba bekerja paruh waktu.

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

“Part time karena aku ngurus adik-adikku di rumah. Misalnya part time paling lama 4 jam sehari, terus aku ngurus adik-adikku di rumah,” kata Tengku Syaira Anataya Rumpi: No Secret Studio, Jalan Kapitan Pi Tendin, Jakarta Selatan.

Namun Tengku Syaira Anataya mengaku belum mengetahui secara jelas di departemen mana ibunya bekerja. Cindy Fatikasari Dia bekerja paruh waktu di bidang ritel.

“Mamaku yang di retail itu gitu. (Entah di bagian mana) karena dia tidak banyak cerita ke aku. Aku dengar dari cerita dia dia kerja paruh waktu di retail seperti pakaian,” jelasnya.

Tengku Syaira Anataya sudah menikah dan tinggal bersama suaminya di Balikpapan. Jadi dia tidak ikut keluarganya pergi ke Kanada.

Alhasil, ia dan Cindy Fatikasari serta Tengku Firmansyah hanya bertemu lewat video call.

“(Di video call) kami ngobrol tentang keluarga di Jakarta, apa kabar adikku di sana. Adikku mulai kuliah September ini. Karena kami bekerja, kami bisa video call paling banyak dua kali seminggu. Karena banyak yang harus dilakukan.” ngomong-ngomong, kadang kita lupa apa yang ingin kita tanyakan,” ujarnya sambil tertawa. Putri sulung Cindy Fatikasari dan Tengku Firmansiah itu tertawa.

Melihat perjuangan orang tuanya yang berani merelakan kehidupan nyamannya, Tengku Syaira Anataya merasa bangga. Apalagi, ia seolah melihat sisi lain dari sang ayah, Tengku Firmansiah, yang kini bekerja di pabrik.

“Bangga banget, nggak semua orang mau melakukan ini, apalagi dengan gaya hidup jaman dulu yang setiap hari. Jarang sekali ada orang yang mau melakukan ini. Saya senang karena mereka juga senang,” kata Tengku Siara Anathaya.

(nanah/wes)

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama