
Jakarta –
Pembekuan atau pembekuan darah merupakan mekanisme yang berperan penting dalam proses penyembuhan tubuh. Namun, terkadang pembekuan darah bisa terjadi secara tidak normal sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
Normalnya, penggumpalan darah terjadi ketika tubuh mengalami kerusakan atau cedera. Prosedur ini bertujuan untuk mengontrol pendarahan dan mempercepat penyembuhan luka.
Namun, penggumpalan darah juga bisa terjadi jika tidak diinginkan. Hal ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, apalagi jika terjadi penggumpalan darah di pembuluh darah sekitar bagian vital tubuh.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
“Ketika darah menumpuk di sistem dalam, hal ini bisa menimbulkan rasa sakit dan sangat berbahaya,” kata Luis Navarro, MD, pendiri Vein Medical Center di New York.
Penggumpalan darah seperti ini dikenal sebagai trombosis vena dalam (DVT). DVT dapat menyumbat aliran darah dan mengganggu fungsi organ tubuh.
Beberapa orang lebih rentan terhadap DVT tanpa menyadarinya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda perdarahan, agar upaya pengobatan dapat dilakukan sesegera mungkin.
Apa saja gejala penggumpalan darah yang berpotensi berbahaya? Berikut ulasannya.
1. Bengkak pada salah satu kaki
Kaki atau lengan bengkak adalah salah satu gejala DVT yang paling umum. Hal ini terjadi ketika bekuan darah menghalangi aliran darah, menyebabkan darah menggenang di belakang bekuan tersebut dan menyebabkan pembengkakan.
Waspadai jika pembengkakan cepat muncul di tangan atau kaki Anda, apalagi jika disertai rasa nyeri.
2. Nyeri pada tungkai atau lengan
Nyeri akibat DVT bisa disertai gejala lain seperti bengkak atau kemerahan. Namun, pada beberapa kasus, nyeri bisa muncul tanpa gejala penyerta lainnya.
Nyeri akibat penggumpalan darah sering kali disertai kram atau ketegangan otot. Akibatnya, kondisi ini seringkali tidak diketahui dan menimbulkan masalah serius.
3. Kemerahan pada kulit
DVT juga bisa menimbulkan gejala mirip maag berupa kemerahan pada kulit. Biasanya area yang memerah terasa hangat saat disentuh.
4. Nyeri dada
Nyeri dada seringkali dikaitkan dengan penyakit jantung. Namun nyeri dada bisa menjadi tanda DVT.
Gejala-gejala ini muncul ketika DVT menyebar ke paru-paru dan menyebabkan emboli paru. Nyeri dada akibat emboli paru seringkali terasa tajam dan menusuk, serta dirasakan saat Anda menarik napas dalam-dalam.
5. Sesak napas
Penggumpalan darah di paru-paru dapat mengurangi aliran oksigen. Akibatnya, tubuh seringkali terasa seperti tidak bertenaga atau sesak napas meski melakukan aktivitas sederhana seperti menaiki tangga.
6. Batuk tanpa sebab
Batuk yang tidak kunjung reda bisa menjadi tanda DVT, apalagi jika disertai gejala lain, seperti sesak napas atau nyeri dada. Biasanya batuk akibat DVT bersifat kering. Namun terkadang, batuk juga bisa mengeluarkan lendir atau darah.
7. Jantung berdetak kencang
Ketika sirkulasi darah terganggu, aliran oksigen berkurang. Untuk mengimbanginya, jantung berdetak lebih cepat.
“Dada sesak dan sesak napas bisa jadi merupakan sinyal SOS tubuh Anda, emboli paru yang mengintai di paru-paru Anda,” kata ahli neuroradiologi George P. Teitelbaum.
Menonton video”Tanda-tanda seseorang mengalami neuropati diabetik“
[Gambas:Video 20detik]
(Pada/Naf)