
Jakarta –
Pernahkah Anda mengalami sariawan? Sariawan adalah luka kecil pada jaringan mulut yang dapat terjadi di lidah, gusi, atau pipi bagian dalam dan dapat muncul pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Dalam istilah medis disebut ruam stomatitis aftosa.
Sariawan seringkali dianggap sebagai masalah kecil, namun ada beberapa kasus dimana sariawan merupakan tanda penyakit serius seperti kanker mulut. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui kapan lesi kanker tersebut merupakan tanda awal keganasan.
Sariawan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain stres, kekurangan vitamin, trauma gigi atau lainnya, penyakit autoimun, dan lain-lain. Kanker ini biasanya sembuh dengan sendirinya. Ada beberapa pengobatan mandiri yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan penyakit kanker, antara lain menyikat gigi dengan antiseptik atau air garam, menghindari makanan yang mengiritasi seperti makanan pedas dan asam, memperbanyak makan buah dan sayur atau vitamin, serta mengelola stres dengan baik. Sebab sariawan yang berulang banyak disebabkan oleh stres dan faktor hormonal. Lesi kanker, biasanya disebabkan oleh faktor hormonal, lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
Jadi, bagaimana kita tahu kalau lesi kanker merupakan tanda penyakit serius? Pertama-tama perlu kita ketahui bahwa kanker merupakan penyakit yang dapat disembuhkan dengan sendirinya.
Jika kanker sembuh dalam 1-2 minggu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, ada beberapa ciri yang perlu diperhatikan ketika lesi kanker muncul:
- Sariawan yang tidak kunjung sembuh lebih dari 2 minggu atau lebih
- Terjadi perubahan bentuk dan ukuran yang cepat menjadi tidak beraturan.
- Kanker adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan
- Munculnya darah/nanah yang merupakan tanda adanya infeksi atau perubahan sel
- Ada perubahan struktural ketika lesi kanker mengeras atau berubah warna
- Kesulitan menelan/mengunyah karena nyeri hebat atau pembesaran jaringan di sekitarnya atau tumor.
Dikutip dari buku “Status Terkini dan Penatalaksanaan Kasus Onkologi THT-KL”, perokok dan peminum alkohol berisiko tinggi terkena penyakit mulut. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat menurunkan risiko demensia mulut , kerusakan traumatis pada jaringan mulut Memperbaiki gigi yang terkena dampak dan mengelola kecemasan dengan lebih baik.
Penting untuk segera berkonsultasi ke dokter/dokter gigi jika Anda menderita kanker dan muncul gejala di atas. Pemeriksaan kesehatan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kelainan atau kemungkinan kondisi berbahaya pada rongga mulut. Dokter mungkin melakukan beberapa tes untuk memastikan diagnosis tertentu. Misalnya, biopsi atau tes berbahaya lainnya dilakukan.
*) Penulis adalah mahasiswa ilmu biomedis Universitas Yarsi, Indonesia.
(naik/naik)