
Jakarta –
Artis Sasha Alexa berbagi kisah sedih dalam hidupnya. Dia menikah tiga kali, tapi akhirnya tidak baik.
Bintang sinetron Anak Langit mengaku pertama kali menikah pada 2010 di usia muda. Keluarganya ditipu dan dihancurkan.
“Yang pertama menikah dengan selisih usia 2,5 tahun. Saat itu dia belum menjadi pemain sinetron. Dia sudah lama menikah pada tahun 2010. Dia punya anak. Dia berpisah karena dia merasakannya saat itu. Masih muda, dia mantan suami masih suka main-main dengan wanita, tetap saja tidak sopan,” ujarnya di FYP yang tayang di YouTube Trans7 Official Selasa (12/10/2024). Dia berkata.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
Kemudian Sasha Alexa menikah lagi pada tahun 2013. Dia menciptakan rumah dengan seorang pria yang merupakan pacarnya.
Pada pernikahan keduanya ini, perempuan berusia 38 tahun itu mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Selama itu, dia dua kali melaporkan suaminya ke polisi.
“Parah banget. Iya (saya kena pukul) itu nggak pantas untuk kekerasan dalam rumah tangga, tapi pas saya bilang di depan matanya dia bilang saya pantas dipukul karena saya kasar,” ucapnya.
“Tapi itu pemicunya, karena yang banyak orang tidak tahu adalah saya pikir dia benar-benar penggali emas. Saya tidak ingin bersama seseorang yang tidak kaya. Bahkan jika saya kaya, saya akan menutupinya. dia. Dia tulang punggung keluarga saat itu,” lanjutnya.
Sasha Alexa akhirnya bercerai atas permintaan putranya. Saat itu, putranya mengancamnya.
“Orang pertama yang terluka adalah anak saya. Dia berteriak-teriak. Dia tertabrak saat kecelakaan. Kami tinggal di Tsukabumi. Saya tidak tahu apakah dia melihatnya. Saya benar-benar tidak tahu sampai akhir. .Saya ingin bersamanya karena anak saya mengatakan kepada saya bahwa jika ibu saya masih ingin bersama ayah saya, saya akan mati terpisah.
Sasha menikah untuk ketiga kalinya tahun lalu, tak lama setelah menceraikan pria kedua. Saat itu, ia berharap ini menjadi pelabuhan terakhir, namun tidak jadi.
Sasha Alexa memilih bercerai karena suaminya tiba-tiba jatuh sakit. Dia diminta untuk menggugurkan kehamilannya.
“Awalnya semuanya indah, sesuai izin orang tua. Tapi di tengah perjalanan dia hamil, ada masalah atau apalah, entahlah, terjadilah. Kami putus 3 bulan setelah melahirkan karena dia tidak juga tidak menginginkannya.
(dicari/Wes)