Kisah pilu seorang penyintas HIV asal Tanjung yang tertular dari mantan suaminya-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-


Jakarta

Seorang perempuan bernama H (44) harus mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) sepanjang hidupnya. Dia mengatakan dia tertular HIV dari mantan suaminya.

“Akhirnya saya tahu penyakit saya semakin parah. Saya akhirnya dites (tes HIV), saya tertular dari (mantan) suami saya,” kata H.

Sebelumnya, dia tidak mengetahui apa itu HIV dan bagaimana penyakit ini memperburuk kesehatannya. Namun, setelah rasa sakitnya semakin parah, ia memutuskan untuk meminta pertolongan dokter.

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

“Sebelumnya tes HIV tidak seperti sekarang, tesnya memakan waktu satu jam, sebelumnya saya membutuhkan waktu dua minggu jadi saya menunggu, seperti yang saya katakan tadi, saya membuka hasilnya pada tanggal 15 Februari 2008 dan dipastikan saya Saya HIV positif dengan AIDS stadium 4,” kata H.

Dia tidak bisa berpikir jernih karena dia tahu ada HIV di tubuhnya. Meski demikian, dokter tetap meresepkan obat ARV (antiviral) untuk mencegah virus ini menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada tubuh.

“Saat itu, saya pikir saya akan mati karena HIV. Tapi saya minum ARV, saya meminumnya, dan dua minggu setelah meminumnya, berat badan saya bertambah empat kilogram.”

“Saya bertanya kepada dokter setiap bulan, 'Dok, kapan saya akan mati?' Berapa lama saya akan hidup? Dia melanjutkan.

Anak-anak juga tertular HIV

Sebelum mencoba sendiri, pada tahun 2007, H melahirkan salah satu putrinya. Namun karena dia tidak mengalami gejala HIV apa pun, virus ini pun menular ke anaknya.

“Saya (saat itu) masih berstatus ibu rumah tangga yang cacat. Saya konfirmasi ke pasangan saya (mantan suaminya) kalau anak kami mengidap HIV. Teman saya hanya bilang, “Iya, padahal HIV itu tidak datang dari kita semua,” kata H.

“Tahun 2007 belum ada pemeriksaan ibu hamil seperti sekarang. Jadi saya ketinggalan pemeriksaannya. Jadi saya melahirkan normal, saya kasih ASI bahkan nutrisi,” lanjutnya.

H.

“Saat anak pertama kali mengetahui gejala HIV, dokter meminta kami berdua untuk dites, tapi suami saya menolak. Jadi hanya anak saya yang dites dan hasilnya positif,” ujarnya.

Berikutnya: Diskriminasi yang dialami oleh penyintas HIV

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama