
Jakarta – Saat mudik Natal dan Tahun Baru, tidak sedikit orang tua yang membawa anaknya naik sepeda motor. Selain lebih efisien dalam menghadapi lalu lintas padat, perjalanan menggunakan sepeda motor lebih murah dibandingkan moda transportasi lainnya.
Maka tak heran jika banyak orang tua yang ‘ceroboh’ mengantar anaknya pulang menggunakan sepeda motor. Meski tidak ada aturan tegas yang melarangnya, namun hal ini tidak disarankan, karena dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi anak.
Dokter spesialis anak Dr. VSV Yoshua Yasmin M.Sc.S.P.A., pada dasarnya berkendara jarak jauh dengan kendaraan terbuka seperti sepeda motor membuat anak terpapar polusi udara dan debu jalanan. Akibatnya, anak bisa berisiko terkena infeksi saluran pernapasan atas.
Jika harus melakukan perjalanan jauh dengan sepeda motor, para orang tua diminta memperhatikan kesehatan anaknya, terutama anak usia dua hingga enam tahun, dengan menggunakan masker. Menurut Dr Visvichi, anak usia dua hingga enam tahun boleh memakai masker untuk sementara, tapi tidak lebih dari dua jam.
Sedangkan anak di bawah dua tahun tidak disarankan memakai masker, sehingga sebaiknya hindari perjalanan jauh dengan sepeda motor.
Minimal gunakan transportasi umum yang sirkulasi udaranya lebih tertutup, ujarnya dalam acara Mom's Health Corner bertema 'Peran Zat Besi dalam Perkembangan Kognitif Anak' di Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2024).
Namun walaupun anda berada di dalam kendaraan tertutup, anda harus ingat bahwa jika di dalam kendaraan tertutup terdapat polusi, misalnya ada orang yang merokok di angkutan umum, misalnya kondisi angkutan umum tidak sesuai. Selain itu, lembab dan berjamur dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas.
Dr Wisvici meminta agar anak tersebut divaksinasi untuk menghindari risiko infeksi ketika mereka kembali ke rumah. Pasalnya, vaksin memberikan perlindungan efektif terhadap berbagai penyakit menular pada anak.
“Makanya vaksinasi dan gizi sangat penting, sehingga kalaupun Tuhan melarang anak sakit atau sakit, tidak akan terlalu sulit,” ujarnya.
(menyedot / naik)