Dokter bilang kenapa banyak anak muda yang terkena penyakit jantung-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-



Jakarta

Penyakit jantung seringkali dikaitkan dengan penuaan, karena berbagai faktor risiko yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, saat ini penyakit jantung tidak hanya terjadi pada orang lanjut usia, semakin banyak pula generasi muda yang rentan terkena penyakit tersebut. Gaya hidup modern yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat menjadi penyebab utama terjadinya penyakit jantung di usia muda.

Menurut ahli jantung Dr Antonia Anna Luquito, SpJP(K), FIHA, penyakit jantung kini mulai lebih banyak menyerang kaum muda. Salah satu hal yang paling mengkhawatirkan adalah munculnya berbagai jenis makanan tidak sehat, namun merupakan makanan yang mudah dijangkau oleh masyarakat, khususnya kaum muda. Makanan cepat saji, minuman manis dan makanan ringan kemasan membanjiri pasar dengan kandungan gula, garam, dan lemak jenuh yang tinggi.

“Trennya (makanan cepat saji) ditujukan ke generasi muda. Alangkah baiknya para orang tua menerapkan pola makan sehat, hidup sehat,” kata dr Antonia kepada wartawan. /9/2024).

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

Selain gizi buruk, ia menyoroti fenomena 'sedentary disease' di mana generasi muda lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk, terutama menggunakan gadget, dibandingkan berolahraga. Kebiasaan ini berbahaya bagi kesehatan jantung.

“Karena lama duduk, sekarang kepikiran gadget, banyak screen time, jarang bangun dari tempat duduk,” kata dr Antonia.

“Duduk dalam jangka waktu lama dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian, termasuk penyakit jantung dan stroke,” tambah mereka.

Meningkatnya kasus penyakit jantung di usia 30-an Dr. Antonia menekankan agar masyarakat lebih memperhatikan pencegahannya. Oleh karena itu, dr Antonia menyarankan untuk mengurangi risiko penyakit jantung pada generasi muda dan pekerja kantoran, seperti pola makan yang buruk, kurang olahraga, dan kebiasaan duduk dalam waktu lama.

“Virus corona dan stroke bisa dicegah. Kalau penyakit itu bisa dicegah, alangkah konyolnya jika kita berpura-pura tidak tahu dan tidak mau berusaha mencegahnya,” tegas dr Antonia.

(Naf/Naf)

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama