
Jakarta –
Atlet MMA meninggal pada usia 18 tahun Hal ini terjadi setelah seorang pria bernama Zach Doran pingsan di tempat latihan.
Jantung Zack tiba-tiba berhenti berdetak. Seorang pria yang tinggal di Oklahoma, AS, dirawat di rumah sakit dalam keadaan koma.
Zack dikenal sebagai petarung MMA yang tidak memiliki masalah kesehatan. Namun pacar Zac, Libby Gilmore (18), meyakini minuman berenergi menjadi salah satu faktor kematiannya.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
Libby Zack selalu meminum minuman energi sebelum pergi ke gym atau berlatih MMA. Minuman tersebut merupakan suplemen yang dirancang untuk meningkatkan energi dan mengandung kafein dalam jumlah besar.
“Dia rajin sekali ke gym setiap hari dan makan makanan sehat. Dia sehat sekali,” jelas Libby. matahari
“Setiap Zach jalan-jalan atau ke MMA, dia minum minuman berenergi. Karena dia sangat bugar dan sehat, saya tidak terlalu memikirkannya,” lanjutnya.
Menurut The Sun, minuman energi dapat menyebabkan masalah kardiovaskular. Ini termasuk tekanan darah tinggi, detak jantung tidak teratur dan meningkat, dan bahkan gagal jantung.
Batas aman kafein untuk orang dewasa adalah 400 mg per hari. Namun, beberapa minuman energi mengandung lebih dari 500 mg.
Saat-saat terakhir Zach
Ayahnya, Jason, menerima telepon dari pusat kebugaran putranya pada 3 Maret 2024. Zac dikabarkan 'terluka'.
Saat ditanya penyebabnya, pihak pusat kebugaran mengatakan mereka melakukan CPR padanya. Setelah itu, pria berusia 18 tahun tersebut dilarikan ke rumah sakit dan mengalami koma.
“Itu menakutkan. Kami tahu sudah waktunya untuk melepaskannya, kami merasa dia sudah selesai berjuang,” kata Jason.
Jason mengatakan butuh waktu 17 menit hingga Zack meninggal saat tim medis mengeluarkannya dari ventilator. Ia dan istrinya memegang tangan putra mereka hingga saat-saat terakhir.
Penyebab medis kematiannya masih belum diketahui. Jason masih tidak yakin apakah bocah itu meninggal karena minuman energi.
(sao/naf)