Suami BCL Tunggu Jawab Panggilan Polisi, Ini Kasus yang Dilaporkan Mantan Istrinya-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-




Jakarta

Hari ini, suami dari BCL Tiko Aryawardana. Sebuah rencana telah dibuat untuk menyelidiki penggelapan 6,9 miliar birr. Kasus ini dilaporkan mantan istri Tiko Aryawardana, Arina Winarto.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Pop Ade Ari mengatakan, Polres Jakarta Selatan sudah melayangkan surat panggilan untuk memeriksa pemilik BCL Tiko Aryawardhana.

Kompol Ade Ari kepada wartawan, Selasa (9/7/2024) “Saudara terlapor, TP, sudah dipanggil dan akan dibawa ke penyidik ​​dan diminta memberikan keterangan pada 11 Juli.”

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa beberapa saksi. Penyidik ​​tengah mendalami dugaan dugaan pencucian uang yang dilakukan Tiko Aryawardana melalui urusan bisnisnya dengan mantan istrinya.

“Untuk mengetahui aliran uang dan transaksinya, dilakukan pemeriksaan beberapa saksi, termasuk pelapor, pihak perbankan, karena diduga ada penggelapan, ada jumlah uang yang tidak sesuai.

Mengingat kembali permasalahan tersebut bermula ketika Arina Winarto dan Tiko PT yang saat itu masih berstatus suami istri membentuk perusahaan patungan bernama Arjuna Advaya Sanjaya (AAS). Perusahaan ini bergerak di bidang makanan dan minuman.

Arina Winarto sebagai Komisaris dan Tiko Aryawardhana sebagai Direktur. Arina Winarto disebut tidak ikut campur dalam urusan pengelolaan usaha. Tico mempunyai kewenangan penuh untuk mengelola kegiatan usaha perseroan, termasuk yang berkaitan dengan keuangan.

“Kemudian kami menduga kewenangan yang tidak diawasi ini menjadi peluang bagi pelapor untuk melakukan perbuatan yang tidak beritikad baik, yang pada akhirnya menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Klien kami selama ini tahu bahwa bisnisnya berjalan lancar, namun tiba-tiba pada tahun 2019 Tico mengatakan hal tersebut. bisnis akan ditutup karena saya tidak bisa membayar sewa.

Namun pada tahun 2021, Arina Winarto menerima dua dokumen dengan P&L (Laba dan Rugi) yang mencurigakan. Terakhir, Arina melakukan audit bersama dengan auditor independen dan memastikan penggunaan dana yang diperkirakan mencapai 6,9 miliar birr tidak jelas.

Sudah 2 tahun sejak kasus ini dilaporkan pada tahun 2022. Baru dibuka untuk umum tahun ini, karena kepercayaan terhadap uang hasil curian memerlukan proses yang panjang.

“Ini kasus korporasi, bukan kasus pidana umum, kasus perusahaan mudah ditemukan tindak pidananya, perlu yang namanya audit, penyidikan, jadi AW sibuk dengan itu. Apalagi setelah TA bilang bisnisnya tutup, apakah Mau tidak mau, seharusnya dia mempelajari buku AW 2016-2019, kelebihan dan kekurangannya. Dimana letak permasalahannya, makanya AW lama sekali mengudarakan permasalahan ini, jelas Leo Sirgar.

Pembelaan Tiko Aryawardana

Pihak Tiko Aryawardhana tak tinggal diam. Dikabarkan dituduh melakukan penyalahgunaan kekuasaan, Tiko Aryawardhana melalui pengacaranya Irfan Aghasar membantah melakukan penipuan atau kecurangan.

Irfan Agasar saat ditemui di Studio Trans TV, Tendian, Jakarta Selatan, Senin, mengatakan, “Saya ulangi, kabar dirinya dituduh melakukan penipuan kemarin tidak benar, tidak pantas klien mengambil uang tersebut.” 10/6/2024)

Bahkan, Tiko Aryawardana merasa tidak mendapat kesempatan menjelaskan dugaan permasalahan yang dilaporkan dalam buku keuangan tahunan.

Irfan Aghasar mengatakan seharusnya permasalahan ini diselesaikan secara internal melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Pihak Tiko Aryawardana terbuka untuk berdialog mengenai masalah ini.

“Mas Tiko selalu membuka hubungan mengenai kewajiban perusahaan mengenai biaya sewa pembangunan, supplier, gaji karyawan, itu selalu ditanggung Mas Tiko,” tutupnya.

(nanah/wes)

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama