
Jakarta –
Selama ini manfaat jahe hanya dikenal sebagai bumbu pemanis pada makanan. Namun tanaman rimpang ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Temu kunchi atau dalam bahasa latin Boesenbergia pandurata merupakan tanaman yang banyak ditemukan di daerah tropis termasuk Indonesia. Rempah ini mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid dan fenolik yang bermanfaat bagi kesehatan.
Senyawa tersebut memiliki sifat anti bakteri, anti alergi, anti inflamasi dan anti kanker pada jahe. Oleh karena itu, pertemuan-pertemuan penting diyakini dapat membantu mengatasi beberapa masalah kesehatan.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
Jadi apa manfaat kesehatan dari pertemuan-pertemuan penting? Berikut ulasannya dikutip dari berbagai sumber.
1. Mengatasi batuk kering
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Procedia Chemistry menyebutkan bahwa salah satu manfaat jahe adalah membantu meredakan batuk kering. Manfaat ini berasal dari kandungan antioksidan di dalam tanaman, seperti flavonoid.
Tak hanya itu, antioksidan yang terkandung dalam akar jahe membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mempercepat pemulihan.
2. Resistensi terhadap radikal bebas
Antioksidan merupakan salah satu senyawa yang berperan penting dalam mencegah dampak radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan dalam tubuh.
Manfaat anti radikal bebas jahe berasal dari kandungan flavonoidnya. Senyawa ini memiliki efek antioksidan yang kuat, sehingga mencegah kerusakan akibat radikal bebas.
3. Pencegahan infeksi bakteri
Karena bersifat anti bakteri, jahe digunakan secara efektif untuk mencegah dan mengobati masalah kesehatan akibat bakteri.
Dikutip dari Researchgate, ekstrak kunyit efektif menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila yang umum ditemukan pada ikan air tawar.
4. Menjaga kesehatan pencernaan
Manfaat tanaman pokok dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan fungsi pencernaan. Pasalnya polifenol jahe berperan dalam mendorong pertumbuhan bakteri baik dan menghambat pertumbuhan bakteri jahat di usus.
Kandungan minyak atsiri pada jahe dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli, salah satu bakteri penyebab diare.
5. Meningkatkan hasrat seksual
Menurut penelitian yang diterbitkan oleh National Institutes of Health (NIH), jahe memiliki efek afrodisiak dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas sperma. Antioksidan yang ada pada tanaman ini juga dipercaya dapat melindungi jaringan testis dari kerusakan.
6. Mencegah risiko beberapa jenis kanker
Senyawa antioksidan yang terdapat pada jahe juga membuat tanaman ini memiliki sifat anti kanker. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa senyawa kunci berpotensi mencegah atau mengurangi kanker payudara.
Penelitian ini menunjukkan bahwa jahe mengandung senyawa yang disebut panduratin A yang menghambat pertumbuhan sel kanker. Namun manfaat ini masih perlu diuji lebih lanjut.
(di/suk)