
Jakarta –
Asma adalah suatu kondisi medis yang terjadi ketika saluran udara menyempit. Kondisi ini bisa menyebabkan sesak napas dan dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi jika berpotensi kambuh.
Meski demikian, hal tersebut tidak menjadi kendala bagi penderita asma untuk berhenti bergerak dan berolahraga. Masih adanya kesalahpahaman di masyarakat bahwa penderita asma tidak boleh berolahraga sama sekali.
Ketua Kelompok Kerja Asma Persatuan Paru Indonesia (PDPI) Dr. Budi Antariksa, PhD, SPP(K) mengatakan olahraga bermanfaat bagi penderita asma. Namun, tidak semua jenis olahraga bisa dilakukan oleh penderita asma, terutama olahraga berat.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
Oleh karena itu, jika ia mengidap asma sebaiknya melakukan senam pernafasan. Memang senam pernafasan sangat baik untuk penderita asma. Selain itu, olah raga yang dianjurkan adalah berenang. 5/2024)
Menurut dr Budi, berenang bisa menjadi olahraga yang baik bagi penderita asma. Dengan berenang, pasien melatih gerakan pernapasan dengan ritme yang baik. Melatih pernapasan sambil berenang juga membantu menguatkan otot dada. Beberapa olahraga lain yang direkomendasikan antara lain jogging dan bersepeda.
Dalam hal ini, dokter spesialis paru dr Putu Ayu Diah, SPP(K) mengatakan, penting bagi masyarakat untuk mengetahui batasan tubuhnya sendiri. Jika Anda merasa olahraga terlalu berat dan mulai lelah, segera istirahat dan jangan melanjutkan olahraga.
“Sebaiknya Anda berolahraga berdasarkan diri sendiri. Jika Anda merasa mulai sesak napas, kemungkinan besar Anda bisa berolahraga,” kata dr Putu.
Perhatiannya antara lain permainan atau kompetisi olah raga seperti sepak bola dan lari cepat. Hal ini harus dihindari kecuali pasien dalam pengawasan penuh oleh dokter atau menderita asma non-olahraga (asma akibat olahraga), lanjutnya.
Menonton video”3 olahraga terpenting di bulan puasa“
[Gambas:Video 20detik]
(avk/kna)