
Jakarta –
Sakit kepala adalah kondisi yang umum terjadi. Sakit kepala bisa disebabkan oleh berbagai macam sebab, mulai dari demam, pilek, cedera, dehidrasi, stres, dan masih banyak lagi.
Selain itu, banyak orang yang mengasosiasikan sakit kepala sebagai gejala darah tinggi alias darah tinggi. Lalu benarkah darah tinggi bisa menyebabkan sakit kepala? Jika ya, apa ciri-cirinya?
Menurut dokter spesialis saraf dr Eka Harmeywati, SP, penyakit darah tinggi merupakan penyakit langka, karena biasanya tidak menimbulkan gejala.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
“Hipertensi memang merupakan penyakit yang belum diketahui masyarakat, meski terkadang memiliki gejala hipertensi,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta Barat, Jumat (17/5/2024).
“Dan tentunya salah satu gejala darah tinggi adalah sakit kepala,” lanjutnya.
Dr Eka menjelaskan, sakit kepala hipertensi terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke otak menyempit. Akibatnya sirkulasi darah di otak terganggu.
“Terus kalau darahnya tinggi, pembuluh darahnya menyempit, dan otaknya makin menyempit. Maksudnya di otak, kenapa punggung sakit kepala? Karena darah di otak lebih sedikit, makanya sakit kepala terjadi.”
Apakah ada gejala sakit kepala karena tekanan darah tinggi?
Meski sakit kepala bisa menjadi gejala darah tinggi, dr Eka menegaskan, kondisi ini tidak bisa dijadikan ukuran saja. Pasalnya, sakit kepala bisa disebabkan oleh berbagai kondisi.
Tes tekanan darah adalah satu-satunya cara untuk menentukan apakah sakit kepala disebabkan oleh tekanan darah tinggi.
“Jika Anda mengalami sakit kepala, apalagi jika Anda berusia di atas 40 tahun, sebaiknya periksakan diri Anda,” tegas dr Eka.
Menonton video”Pelajari tentang banyak penyebab migrain“
[Gambas:Video 20detik]
(Di/Avik)