
Menurut ibunda Sabida Ahesa, Shanti Vidhyanti, Sada Ahesa membayar Rp 282 juta kepada Walan Guritno. Ibu Sada Ahesa pun menegaskan, yang dipermasalahkan Wulan Guritno bukanlah jaminan atau pinjaman, melainkan kesepakatan bersama untuk merenovasi dan merenovasi ruang cuci Wulan.
“Pertama-tama saya ingin mengucapkan, alhamdulillah, semua permasalahan sudah selesai dan tuntutan sudah dicabut. Sadada sudah membayar Walan sesuai keinginannya, tapi jumlahnya tidak sebanyak (seperti yang dibebankan Walan). Ya, jumlahnya Rp 282 juta,” kata sang ibu. ucap Ahesa.Shanty Widhiyanti oleh FX Sudirman, Jakarta Pusat, kemarin.
“Dan sekarang untuk memperjelas lagi, saya katakan itu bukan pinjaman yang dijaminkan, bukan pinjaman Saba. Tapi, bukan kesepakatan bersama untuk merenovasi ya. Tapi, mendekor ulang, artinya mendekorasi ulang rumah. Bukan merenovasi rumah,” kata Saba Ahesa. kata ibu.
Wlan Guritno menolak pembelaan ibu Sada Ahesa
Melalui kuasa hukumnya, Fiki Fernando, Wulan Guritno mengungkapkan penolakannya terhadap perkataan ibunda Saba Ahesa. Fiki Fernando mengatakan, belum ada pendanaan yang disepakati, apalagi keinginan untuk membangun laundry Wulan.
Membangun bagian pakaian wanita merupakan ide Saba sendiri saat merenovasi rumahnya. Seperti yang disampaikan Saba beberapa waktu lalu, tidak ada kesepakatan bersama, kata Fiki Fernando kepada wartawan, Sabtu (8/3/2024).
Fiki Fernando mengatakan, bukan hanya departemen pakaian wanita yang digugat Wulan Guritno. Namun sisa biaya renovasi rumah Saba Ahesa belum terbayar.
Menurut Walen Guritno, renovasi tidak hanya sebatas pada kamar Sabada Ahesa saja. Renovasi dilakukan pada beberapa area di dalam rumah dan di belakang, seperti kolam renang.
Walen Guritno tidak menggalang dana karena ingin membangun atau memperbaiki sebagian rumah.
“Reksa dananya adalah kesepakatan bersama, misalnya renovasi bagian belakang rumah (kolam). Nah, ini tidak masalah karena Wulan ingin renovasi,” kata Fiki Fernando.
Di halaman berikutnya, kata kontraktor.