
Jakarta –Ada banyak penyebab yang menyebabkan perut kencang saat hamil. Keadaan ini bisa terjadi pada bulan pertama, kedua dan ketiga.
Perut yang terasa kencang dapat mengganggu pergerakan. Namun tak perlu khawatir, berikut beberapa penyebab perut buncit di penghujung kehamilan.
Alasan mengapa perut Anda bergetar di akhir kehamilan
Kram perut di bulan ketiga seringkali menimbulkan kompresi yang salah sehingga menimbulkan rasa mati rasa. Ada pula penyebab lain yang menyebabkan kondisi ini, seperti rahim yang menekan dinding perut dan perubahan posisi bayi.
1. Rahim menekan dinding perut
Sakit perut di akhir kehamilan merupakan kondisi yang umum terjadi. Itu karena rahim semakin membesar, kata Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Cheryl Axelrod, MD, mengutip BabyCenter.
Rahim yang semakin besar menekan dinding perut dan mengencangkannya. Otot dan ligamen di sekitar rahim juga meregang sehingga menyebabkan kram ringan.
“Kram dan kram saat hamil adalah hal yang wajar, terutama di akhir kehamilan. Di akhir bulan ketiga, perut bisa terasa sangat keras dan seperti melon,” kata Axelrod.
Rasa berat dan sesak ini hanyalah tanda bahwa bayi sedang tumbuh dan rahim semakin memakan ruang di perut. Pada akhir kehamilan, ukuran dari tulang kemaluan hingga leher rahim sekitar 15 inci.
2. Kontraksi Braxton Hicks
Jika ibu hamil merasakan kram perut yang datang dan pergi atau rasa perut yang kuat, bisa jadi itu adalah kontraksi palsu (Braxton Hicks). Datangnya kontraksi ini sangat umum terjadi dan mempersiapkan tubuh untuk menghadapi proses persalinan.
Seperti dilansir Medical News Today, kontraksi palsu meningkat intensitas dan frekuensinya selama trimester ketiga. Ketegangan ini sangat umum terjadi pada minggu-minggu terakhir persiapan melahirkan di dalam kandungan.
Namun, jika ibu hamil merasa sembelit beberapa kali dalam satu jam, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
3. Posisi bayi berubah
Pada bulan ketiga, ruang gerak bayi akan semakin sempit. Oleh karena itu, jika bayi berubah posisi, ibu hamil akan merasakan sembelit.
Cara mengatasi sembelit saat hamil
Perut kencang merupakan gejala umum saat hamil, meski tidak semua ibu hamil merasakannya. Jika perut Anda terasa kencang dan ringan secara tidak teratur, Anda dapat melakukan hal berikut:
- Minumlah segelas air, pastikan Anda terhidrasi
- Gerakkan tubuh Anda, lihat apakah perubahan posisi membantu merilekskan perut Anda
- Hindari bangun dengan cepat dari tempat tidur atau tempat lain
- Gunakan botol air panas, bantal pemanas, atau mandi air hangat.
Namun, jika cara ini tidak menghilangkan rasa sesak di perut atau ibu hamil merasakan gejala lain yang mengkhawatirkan, hubungi dokter atau bidan untuk mengetahui keadaan sebenarnya.
Perbedaan antara kontrak palsu dan nyata
Wanita hamil harus membedakan antara kontraksi yang salah dan yang benar. Menurut Healthline dan Medical News Today, inilah perbedaan keduanya
Kontrak palsu
- Hal ini dapat terjadi pada awal trimester kedua, namun lebih sering terjadi pada trimester ketiga
- Polanya tidak beraturan.
- Durasinya kurang dari 30 detik hingga 2 menit
- Perut terasa kencang atau tertekan, namun biasanya tidak menimbulkan rasa sakit
- Hal ini dapat diatasi dengan tidur atau minum
Kontraktor asli
- Terjadi setelah minggu ke 37 kehamilan, jika terjadi sebelumnya bisa jadi merupakan tanda persalinan prematur.
- Datangnya secara rutin, semakin sering terdengar
- Durasi 30-70 detik
- Seperti kram atau kejang, itu dimulai dari belakang dan berlanjut ke depan. Seiring berjalannya waktu, rasa sakitnya semakin parah.
Inilah sebabnya mengapa perut menjadi kencang di akhir kehamilan. Namun, tidak semua ibu hamil mengalami sembelit. Pasalnya setiap kehamilan bisa menimbulkan gejala yang berbeda-beda.