
Jakarta –
Saat umat Islam berpuasa di bulan Ramadhan, muncul pertanyaan kapan waktu yang tepat untuk berolahraga. Hal ini menjadi dilema karena Anda tidak mempunyai kebebasan makan dan minum sepanjang hari.
Puasa atau tidak, olahraga merupakan aktivitas fisik yang dianjurkan karena manfaatnya bagi kesehatan. Namun, penting untuk memperhatikan waktu yang tepat untuk berolahraga saat puasa, guna menjaga hidrasi dan menghindari kelelahan fisik.
“Olahraga memang bagus, tapi harus memilih waktu yang tepat, yang penting kenali diri sendiri, kenali kapasitas diri,” kata pakar olahraga dr Yohannes Toban Layuk Alo, SPOT (K) kepada wartawan di Jakarta Selatan, Kamis. . (7/3/2024).
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
Lalu kapan waktu terbaik untuk berolahraga saat puasa? Menurut dr Toban, waktu terbaik untuk berolahraga saat puasa adalah satu jam sebelum berbuka.
“Puasa itu kekurangan cairan, terutama elektrolit dan gula. Oleh karena itu, waktu yang paling tepat untuk berolahraga adalah minum sebelum dan sesudah minum. Jadi waktunya sekitar satu jam sebelum berbuka, karena saat misalnya misalnya. Sudah olah raga, haus banget. “Mungkin saya akan berbuka, tapi lebih baik minum hanya saat waktu berbuka,” ujarnya.
Selain satu jam menjelang puasa, berolahraga setelah berbuka puasa bisa menjadi pilihan bagi orang yang tidak tahan dengan kadar gula darah rendah.
“Beberapa orang tidak bisa mentolerir gula darah rendah. Bagi orang seperti itu, sebaiknya olahraga hanya setelah berbuka puasa, jadi isi gulanya dulu, isi elektrolitnya dulu, dan puasanya dengan yang manis-manis. Yang manis-manis itu mengandung gula kan?” Ini mungkin diperlukan untuk meningkatkan energi tubuh dan kemudian berolahraga.”
“Saya menyarankan orang-orang seperti itu untuk berolahraga setelah berbuka puasa, tapi orangnya berbeda-beda dan kebutuhannya tidak semua sama, jadi kenali diri Anda lagi,” tutupnya.
Menonton video”Efek positif puasa, pengurangan lemak – gula darah terkontrol“
[Gambas:Video 20detik]
(naik naik)