
Jakarta –
Di minggu pertama puasa, banyak orang yang masih melakukan penyesuaian pola makan. Masalah yang sering terjadi adalah tidur saat shalat tarawih.
Menurut ahli gizi dr Nurul Ratna Muthu Manikam Mgzi, SPGK(K), lemas dan sulit tidur saat tarawih umumnya disebabkan oleh pengaturan pola makan yang tidak tepat, terutama saat berbuka puasa. Salah satu dari mereka langsung makan dan menjadi gila setelah mendengar salat Maghrib.
Dalam perbincangan baru-baru ini dengan Detikcom, dr Nurul mengatakan, “Yang membuat ngantuk dan lemas saat Salat Tarawih adalah Anda makan terlalu banyak dalam waktu singkat.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
“Biasanya kalau dengar azan, minum lalu makan banyak. Ini tidak dianjurkan, bikin perut mual,” lanjutnya.
Untuk menghindari rasa ngantuk saat tarawih, dr Nurul berpesan agar Anda tidak makan terlalu cepat saat berbuka puasa. Mulai dari minum air putih saat mendengar salat Maghrib pertama, hingga berbuka puasa cukup dengan kurma atau camilan.
Usai salat Maghrib, Anda bisa memanfaatkan jeda 45-60 menit sebelum salat Isya untuk mengonsumsi makanan secukupnya agar tidak terlalu kenyang. Makan terlalu banyak selama waktu ini bisa membuat Anda tertidur.
“Makanlah setengah dari porsi makan saat makan siang agar perut tidak terasa lelah dan tidak tertidur,” saran dr Nurul.
Menurut dr Nurul, sisanya bisa selesai setelah tarawih. Meski begitu, sebaiknya jangan berlebihan karena sudah hampir waktunya tidur. Menurut dr Nurul, tidur dalam keadaan kenyang mempengaruhi kualitas tidur Anda.
Menonton video”Efek positif puasa, pengurangan lemak – gula darah terkontrol“
[Gambas:Video 20detik]
(naik naik)