Hubungan intim, nasihat medis dan posisi yang dianjurkan selama puasa-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-



Jakarta

Bukan hanya pola makan saja yang perlu diatur selama puasa Ramadhan, tak terkecuali kehidupan seks. Ini benar-benar harus dipertimbangkan dari waktu ke waktu.

Dari Mayapada Hospital, Jakarta Selatan, dr Akbari Wahudi Kusumah, SPU, menyarankan untuk tidak langsung berhubungan seks setelah makan, karena perut tidak akan terasa nyaman. Misalnya setelah berbuka, bahkan sebelum sahur, boleh jadi bersifat opsional.

Akbari mengatakan dalam wawancaranya baru-baru ini dengan Ditikcom, “Yang terbaik adalah menunggu 1-2 jam setelah sholat setelah pembukaan. Perut akan terasa enak dan tidak kenyang. Enak di malam hari.”

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

Soal pemilihan lokasi, menurutnya, belum ada pedoman resmi untuk melakukan penertiban. Posisi seksual apa pun bisa Anda lakukan, yang penting setiap orang merasa nyaman dan tentunya aman.

Posisi duduknya nyaman sekali, perempuan di atas. Perempuan bisa mengatur posisinya, nyaman sekali. Biasanya bisa finis bersama, kata dr Akbari.

Namun, dr Akbari mengingatkan potensi kerugian bagi Mr P jika tidak hati-hati berhubungan seks dengan wanita berpangkat tinggi. Pada posisi seperti ini, saat melakukan hubungan seksual, terjadi beberapa organ tubuh yang rusak atau terpotong.

Nomor satu, buatlah posisi senyaman mungkin. Jangan biarkan wanita duduk terlalu jauh ke belakang, sehingga penis tertarik ke arah itu. Kalau bisa, letakkan lebih ke depan, saran dr Akbari.

“Kedua, harus dipastikan benar-benar basah. Kalau (Miss V) kering, dipaksakan dan Pak P tidak pas, misalnya hanya 3/4, rawan sekali berubah posisi, artinya .Itu berbahaya,” lanjutnya.

Terakhir, kami prihatin dengan menjaga ritme tetap konsisten. Laki-laki diharapkan bisa mengontrol ritme karena Pak P lebih sensitif untuk tidak diseret.

Menonton video”Ketahui manfaat kesehatan dari seks teratur bagi pasangan
[Gambas:Video 20detik]
(naik naik)

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama