Blogicakicak – Kejadian pembakaran pesawat Susi Air di Bandara Paro, Papua Pegunungan berbuntut panjang. Hari ini, Jumat (10/2), 25 orang warga dikabarkan sedang eksodus atau meninggalkan wilayah tersebut dan dievakuasi ke Distrik Kenyam karena memperoleh intimidasi dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
“Ya kalau saya menmemperoleh laporan dari Pangdam ya memang ada masyarakat yang terintimidasi,” kata KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Mabes AD, jakarta Pusat.
Dudung mengatakan militer Indonesia telah mengirim pasukan ke kota itu untuk alasan keamanan. Perangkat ini akan mengamankan keamanan publik dari berbagai ancaman.
Banyak kekuatan harus disimpan di sana. Dan untuk melindungi orang-orang di sana. Saya pikir kemudian terburu-buru besar kata Dudung.
Namun mantan Pangdam Jaya itu menegaskan situasi di Papua tidak seburuk yang dibayangkan. suasana dikatakan baik pada tingkat Kodim dan Koramil.
“Tinggal memprediksi pasukan mana yang akan dikirim di kemudian hari. Kami berharap pilot ini segera ditemukan.
Sebelumnya Susi Air melaporkan salah satu bagian pesawatnya terbakar di Papua. Pihak maskapai menduga kuat pesawat tersebut sengaja dibakar oleh oknum tertentu.
Representatives Susi Air, Donal Fariz menyampaikan, pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY dilaporkan Kehilangan cairan tubuh kontak di Bandara Paro pada Selasa (7/2) sekitar pukul 06.17 WIT. Pesawat seharusnya melaksanakan penerbangan Berhubungan dengan rute Timika – Paro – Timika.
Pesawat tersebut membawa 5 penumpang dan barang bawaan Berhubungan dengan total muatan 452 kilogram. Dua jam kemudian Susi Air mendapati ELT pesawat dalam PreKata depan aktif pukul 09.12 WIT.
Donal mengatakan perusahaan mengirim pesawat lain untuk memeriksa status pesawat terkait keadaan darurat internal dan kebakaran di bandara.
Blog Icak Icak - Seputar berita heboh dan menghebohkan