Amel Alvi Heboh di Makassar, Apa Kabar Kasus Prostitusi Artis

Amel Alvi Heboh di Makassar, Apa Kabar Kasus Prostitusi Artis
Amel Alvi Heboh di Makassar, Apa Kabar Kasus Prostitusi Artis

Bintang seksi / seniman model majalah dewasa Amel Alvi 2 hari yang kemudian menghasilkan kehebohan di Makassar. Artis yang berkutang Bigsize ini mengamuk-ngamuk di Makassar lantaran terjaring razia BNN di kawasan Hiburan Malam DLiquid di Jalan Pettarani Makasar , sabtu 22 Agustus.

Amel Alvi yang meroket namanya setelah ditengarai terkait Prostitusi Artis ternyata telah lama tidak terpengaruh menggunakan pemberitaan hal tersebut. Amel seringkali ke luar kota/ wilayah lantaran mendapatkan job sebagai DJ (Disk Jockey) di beberapa Club Diskotique klas atas. Dan ketika Amel sedang bekerja di kawasan hiburan tersebut masuklah petugas BNN melakukan Razia Narkoba. Tentu saja semua orang yang berada di Klub Malam itu wajib diperiksa termasuk sang DJ.

Inspeksi mendadak BNN tersebut akhirnya menghasilkan Amel Alvi mencak-mencak nggak karuan. Amel melihat petugas BNN tiba bersama wartawan. Amel langsung menuduh BNN memang selama ini sedang mengincarnya. Tapi tuduhan itu tentu saja ditepis BNN Prop Sulawesi Selatan dimana mereka menyampaikan Razia seperti ini adalah Razia yang rutin digelar. Dan mereka pula tidak tahu sama sekali timbul Amel Alvi yang bekerja sebagai DJ waktu itu.

Tetapi Amel telah terlanjur menuduh. Bahkan melalui akun twitternya @Amelalvi28 (boleh dicatat ..hahaha) ia melepaskan cuitan sebagai berikut : Ea padahal kan Ak gak Narkobaan tetap aja di incer aduh 3 kali pas ku lagi DJ BNN dateng.

Memang sih setelah BNN melakukan Test Urine, Amel Alvi dinyatakan negative, sementara 2 pengunjung wanita & 1 pengunjung Pria dibawa ke BNN untuk menjalankan Rehabilitasi.

Gw yang baca liputan itu di Tempo.co cuman senyum-senyum aja. Bukan liputan ngambeknya Amel yang menarik perhatian sebenarnya, tetapi nama Amel Alvi yang menghasilkan gw mengklick liputan tersebut. Bukan apa-apa hanya teringat saja nama AA yang masuk liputan menggunakan kehebohan yang ruarr biasa dimana didasarkan  menggunakan liputan Germo RA, seniman menggunakan inisial AA mampu dipake menggunakan tariff Rp. 80 Juta untuk Short Time.

Kehebohan waktu itu menjadi-jadi lantaran liputan yang bersumber dari Bareskrim Polri disebut & ditengarai timbul 20 Artis yang berprofesi sebagai Penghibur Klass Atas menggunakan tariff hingga Rp.200 juta. Bahkan sejumlah inisial seniman diberitakan banyak media berikut tarifnya. Ckckckck.

Tapi seperti yang telah-telah, bilamana timbul perkara yang begitu bombastis tetapi tidak masuk logika telah niscaya kehebohan itu hanya sesaat saja. Sampai sekarang telah tidak timbul kabarnya lagi penyelidikan atas perkara Prostitusi Artis ini. Apakah Cuma RA & AA saja yang terlibat atau memang sejumlah seniman yang inisial & tarifnya telah beredar pula terlibat.

Kalau menurut gw sih sebaiknya Bareskrim Polri merilis implikasi penyelidikannya tentang Kasus Prostitusi Artis ini. Kalau memang masih dalam taraf penyelidikan ya tolong dipublikasikan. Kalau memang tidak terbukti ya tolong pula dipublikasikan. Bukan apa-apa, soalnya masyarakat luas telah terlanjur memandang sinis profesi seniman.   Apalagi tariff-tarif yang bombastis yang pernah disebut itu sempat melahirkan polemic & ganggu nama seniman-seniman yang inisialnya disebut-sebut itu.

Jangan sampai kalau perkara ini lenyap tak berbekas maka selanjutnya bila timbul perkara menggunakan kehebohan yang sama maka masyarakat hanya berpikir 2 konklusi yaitu : Polisi sedang berbohong lagi atau Kasus itu bakal 86 alias cincai-cincai alias tak berbekas.

Kalau telah begitu kan yang rugi Polri pula. Iya kan mas bro?

sumber : https://nasional.tempo.co/read/news/2015/08/23/058694279/dirazia-bnn-di-makassar-ini-implikasi-tes-urine-amel-alvi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama