
Jakarta –
Tiga bulan telah berlalu Sarwendah Resmi bercerai dari Ruben Onsu. Ketika Sarwenda belum menikah, ia merasakan perubahan.
Sarwenda merasa yakin bahwa dia tidak perlu lagi meminta izin untuk melakukan apa pun.
“Yang penting sekarang saya tidak minta izin ke orang. Biasanya saya minta izin apa saja, misalnya pekerjaan apa, mau pakai baju apa, kadang selalu tanya. Menurut saya, seorang istri harus izin suaminya. Sekarang saya tidak tanya sendiri, saya bingung. Itu yang saya rasakan,” kata Sarwendah di Rampi: No Secret Studio, Senin (16/12/2024).
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
Pasca perceraian, Sarwendah masih menghadapi 'teror' di media sosial berupa tudingan. Salah satu orang yang menaruh perhatian terhadap media sosial adalah Bernd Peto.
Sarwendah berkata, “Kadang dia lebih tahu berita viral dibandingkan saya. Anak muda itu trendi sekali. Selama ini dia selalu ada, tapi sepertinya dia senang. Dia dengar lagunya kemarin,” kata Sarwendah.
Sejak memutuskan bercerai, Sarwendah dan Ruben Onsu tak ingin membuat anak mereka merasa berbeda. Sarwendah dan Ruben masih suka membuat konten bersama Ruben Onsu.
“Pertama kali ketemu bingung, takut salah sambung. Takut salah sambung, itu nggak enak. Tapi itu wajar.” Seiring berjalannya waktu, mungkin melalui proses pengambilan keputusan, Anda akan memikirkannya matang-matang dan bisa menikmati kebersamaan.
Meski tampaknya bisa mengatasinya, Sarwenda tetap perlu beradaptasi. Ia bersyukur anak-anak mampu memahami situasi tersebut.
“Campur-campur, karena memang aku rasa kita ingin berpura-pura anak-anak juga tahu. Anak-anak tidak selugu yang kita kira. Mereka pintar. Aku harus mengatur emosiku. Mereka tahu kalau aku pikir aku bahagia.” .Kamu bisa berpura-pura tidak tahu,” kata Sarwendah.
Sarwenda membiasakan berbicara dengan anak-anaknya setiap malam. Hingga saat ini, hal tersulit bagi Serwenda adalah menghadapi rumor yang datang dari pihak asing.
“Orang-orang bicara seolah-olah mereka tahu. Saya bahkan mengirim seseorang secara langsung mengatakan, 'Oh Sarwendah ini dan itu', padahal saya tidak kenal dia. Kayaknya ada yang percaya omongan itu. Dia bukan satu-satunya. Ada banyak orang yang tampaknya mengetahui satu atau dua hal,” katanya.
(Mich/Dar)