Infeksi cacing parasit telah menyebabkan seorang pria buta di India menderita tumor sebesar jeruk di matanya.-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-



Jakarta

Seorang pria di India menjadi buta dan cacat karena parasit. Kondisi ini menyebabkan munculnya benjolan sebesar jeruk di kelopak mata dan meresap ke dada.

tersebut Surat HarianPria yang tidak disebutkan namanya itu menceritakan awal mula kejadian tersebut. Lima tahun lalu, seorang pria berusia 30 tahun mengalami pembengkakan di mata kirinya.

Namun, selama bertahun-tahun, pembengkakan mata tersebut terus membesar, menarik jaringan yang seharusnya menutupi mata hingga meregangkan kulit di wajahnya. Akibatnya dia tidak dapat melihat.

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

Pria tersebut merasa terganggu dengan kondisinya dan mencari pertolongan medis. Dokter telah menemukan parasit yang menyebabkan pertumbuhan pada struktur hidung dan mata.

Tim medis meyakini peradangan merupakan cara tubuh merespons parasit sehingga menyebabkan peradangan pada jaringan di sekitarnya. Tim dokter belum bisa memastikan sudah berapa lama parasit tersebut berada di tubuh pasien.

Namun, orang biasanya tertular penyakit ini dengan berenang atau mandi di sungai dekat peternakan atau daerah pedesaan.

Dokter memastikan pasien laki-laki tersebut mengidap angiofibroma atau rhinosporidiosis, tumor yang disertai infeksi parasit.

“Jarang terjadi keduanya terjadi secara bersamaan,” tulis tim tersebut dalam laporan di The British Medical Journal.

Tumor tersebut, yang berdiameter sekitar enam inci atau 15 cm, melekat pada lipatan jaringan retina sepanjang tiga inci atau 3 cm. Meski bukan kanker, kondisi ini tetap menimbulkan efek samping yang melemahkan.

Ahli bedah di All India Institute of Medical Sciences melakukan operasi untuk menghilangkan massa pada mata, dan memotong pembuluh darah 'besar' yang rusak dan tumbuh untuk menopang pembengkakan. Hal ini untuk mencegah pasien kehilangan terlalu banyak darah.

“Operasinya berhasil dan dalam waktu tiga bulan, mata pria itu kembali normal dan dia bisa melihat lagi,” kata laporan itu.

Para peneliti memastikan bahwa pasien tidak memiliki kondisi genetik yang biasanya dikaitkan dengan tumor angiofibroma jenis ini. Setelah diperiksa sel-sel tumornya, ditemukan adanya sejumlah kecil parasit rhinosporidiosis pada berat badannya.

Hal ini menunjukkan bahwa ini mungkin merupakan cara seseorang merespons tumor yang telah mencapai titik di mana tumor tersebut terakumulasi di area yang terinfeksi, sehingga memicu peradangan jaringan.

Para dokter menulis bahwa kasus ini menekankan pentingnya perencanaan perawatan yang cermat dan kompleksitas diagnosis serta pengobatan patologi langka.

(Sao/Kna)

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama