
Jakarta –
Dokter sekaligus influencer Tirtha Mandira Hudi alias Dr. Tirtha mulai berolahraga pada tahun 2011. Diakuinya baru pada tahun 2022. Berbagai jenis olahraga ia coba, mulai dari bersepeda, gym, hingga lari.
Mengidap bronkitis kronis, atau peradangan pada saluran bronkial, ia mulai mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat.
Selain olah raga, dr Tirta juga memperhatikan pola makan yang sehat dan seimbang
Pada Jakarta Running Festival 2024, “Protein tetap tertinggi, urutan kedua serat, dan ketiga karbohidrat. Kebutuhan 2.800 kalori saya bisa penuhi 3-4 kali sehari, karena saya masih membangun massa otot,” ujarnya. Estora Senayan, Sabtu (12/10/2024).
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
dr Tirta mengaku tak ada pantangan makanan untuk menjaga kesehatannya.
Meski sudah mengontrol pola makannya, dr Tirta tetap suka mencicipi makanan ultra-processing atau makanan olahan terus menerus dan bahan tambahan seperti garam, gula, dan lemak.
“Saya tidak ada cheat day, jadi secara seimbang saya ketat 80 persen dan 20 persen masih makan bebas,” jelasnya.
Padahal, meski menjalani gaya hidup sehat, dr Tirta tetap mengonsumsi sayur-sayuran, salah satunya paru-paru. Ia mengatakan, paru-paru memiliki kandungan protein yang tinggi.
Kuncinya, antara pola makan dan olahraga, adalah gaya hidup seimbang.
“Saya tetap makan paru-paru dan kawan-kawan, paru-paru kaya akan protein, tapi pada akhirnya lemaknya hanya 15 persen dan tekanan darah saya normal. Yang penting keseimbangan, asupan dan keluarannya juga seimbang, katanya. .
(Sao/Suk)