Sakit perut sebelah kiri? Berikut 10 kemungkinan alasannya-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-


Jakarta

Jika Anda mengalami sakit perut sebelah kiri, sebaiknya pemeriksa berhati-hati, karena gejala ini bisa disebabkan oleh penyakit yang serius.

Simak artikel ini untuk mengetahui apa saja organ di perut sebelah kiri, serta masalah yang dapat memengaruhinya.

Organ apa saja yang terdapat pada perut sebelah kiri?

Sebelum membahas penyakit pada perut bagian kiri, kita harus mengetahui terlebih dahulu organ apa saja yang terdapat pada area tersebut. Penjelasan dari hal tersebut adalah sebagai berikut. Rumah Sakit Medpark:

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

  • Perut Kiri Atas : Perut, Pankreas, Limpa, Hati Kiri dan Usus Besar Sisi Kiri.
  • Perut kiri bawah: ovarium kiri (betina), ureter, rahim (betina), dan usus halus dan besar.

Karena terdapat banyak organ di perut sebelah kiri, maka diperlukan pemeriksaan yang tepat untuk mengetahui penyebab sakit perut sebelah kiri. Beritahukan kepada dokter mengenai nyeri yang Anda rasakan, seperti lokasi pasti bagian yang nyeri tersebut.

Penyebab sakit perut sebelah kiri

Melaporkan dari Garis kesehatanBerikut 10 kemungkinan penyebab sakit perut sebelah kiri

1. Gas di perut

Gas perut adalah masalah umum. Hal ini menyebabkan orang merasa kembung atau bersendawa. Biasanya tidak ada masalah serius jika menyangkut gas.

Gas sebenarnya ada di seluruh organ pencernaan, namun jika jumlahnya terlalu banyak bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Bila keluhan menetap atau disertai gejala lain, segera periksakan diri ke dokter, misalnya:

  • Melihat
  • Diare atau sembelit
  • Penurunan berat badan tanpa alasan
  • Penyakit jantung
  • Darah di tinja

2. Masalah pencernaan

Jika Anda merasakan sakit perut setelah makan, hal itu mungkin disebabkan oleh gangguan pencernaan. Setelah makan, lambung menghasilkan asam yang mengiritasi kerongkongan, lambung, atau usus.

Nyeri ini biasanya terjadi pada perut bagian atas, namun bisa juga menyerang perut bagian bawah, termasuk perut sebelah kiri. Gejala umum gangguan pencernaan meliputi:

  • Penyakit jantung
  • Sensasi terbakar di perut
  • Perasaan penuh atau bengkak
  • Angin yang terbang atau lewat
  • Mual

3. Kram menstruasi (dismenore)

Bagi wanita, kram sering kali terjadi menjelang dan saat menstruasi. Meski setiap wanita memiliki tingkat nyeri yang berbeda-beda, namun menstruasi bukanlah masalah yang serius. Tapi tanyakan pada dokter Anda-

  • Kram mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Rasa sakitnya semakin parah.
  • Anda berusia di atas 25 tahun dan kram Anda semakin parah.

4. Batu ginjal

Batu ginjal merupakan kristal keras yang terbentuk di saluran kemih. Batu-batu ini menimbulkan rasa sakit ketika bergerak melalui ginjal atau masuk ke ureter, yaitu saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih.

Gejalanya meliputi:

  • Nyeri hebat di salah satu bagian perut atau di punggung atau di bawah tulang rusuk.
  • Urine berwarna merah muda, merah, coklat, keruh, atau berbau busuk.
  • Buang air kecil yang sering atau menyakitkan.
  • Mual atau muntah.
  • Demam atau menggigil.

5. Hernia

Hernia terjadi ketika organ dalam mendorong otot atau jaringan di sekitarnya sehingga menimbulkan tonjolan atau tonjolan di perut bagian bawah, selangkangan, atau paha atas.

Beberapa gejala lainnya meliputi:

  • Ukuran tumor bertambah
  • Rasa sakit meningkat
  • Sakit saat mengangkat badan
  • Sakit yang membosankan
  • Merasa kenyang

6. Hernia inguinalis

Hernia inguinalis dapat menyebabkan masalah yang serius. Hal ini disebabkan oleh lemak atau bagian usus kecil yang mendorong titik lemah di perut bagian bawah. Hernia jenis ini lebih sering terjadi pada pria, namun bisa juga terjadi pada wanita.

Gejalanya meliputi:

  • Benjolan di area genital atau selangkangan yang lama kelamaan bisa membesar namun hilang saat tidur.
  • Sakit saat mengejan, mengangkat, batuk, atau saat beraktivitas fisik.
  • Kelemahan, berat, terbakar atau nyeri di tenggorokan.
  • Skrotum bengkak atau membesar.

7. Kista ovarium

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang muncul di dalam atau di ovarium. Kutil biasanya tidak menimbulkan gejala dan hilang tanpa pengobatan.

Namun kista yang berukuran besar dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, memberi tekanan pada kandung kemih, dan menyebabkan sering buang air kecil. Selain itu, jika kista pecah dapat menimbulkan masalah serius, seperti nyeri hebat atau pendarahan internal.

Cari bantuan medis darurat jika Anda mengalami:

  • Sakit perut terjadi secara tiba-tiba dan parah.
  • Nyeri disertai demam atau muntah.
  • Gejala yang mengkhawatirkan seperti kulit dingin, berkeringat, napas cepat, pusing atau lemas.

8. Torsi ovarium

Kista ovarium yang berukuran besar dapat menyebabkan ovarium berubah posisi di dalam tubuh. Hal ini meningkatkan risiko kista ovarium, yang dapat memutus suplai darah dan mempengaruhi saluran tuba.

Namun, situasi ini jarang terjadi. Fenomena ini bisa dilihat pada masa reproduksi, saat hamil, atau penggunaan hormon untuk meningkatkan ovulasi.

9. Torsi Testis

Torsi bisa terjadi pada pria, yakni pada buah zakar. Testis menjadi bengkok, sehingga mengurangi aliran darah ke testis dan menyebabkan rasa sakit, serta pembengkakan parah. Biasanya penyakit ini terjadi setelah melahirkan dan pada pria berusia antara 12 dan 18 tahun.

Amputasi penis merupakan masalah serius sehingga sebaiknya segera mendapatkan pertolongan medis. Beberapa gejalanya adalah:

  • Rasa sakit dan bengkak yang tiba-tiba dan parah
  • Sakit perut termasuk sakit perut sebelah kiri
  • Mual
  • Melihat
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Demam

10. Penyakit radang panggul (PID)

Penyakit radang panggul (PID) merupakan infeksi pada sistem reproduksi wanita, biasanya disebabkan oleh penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore.

Gejalanya meliputi:

  • Sakit perut
  • Demam
  • Keputihan berbau busuk
  • Nyeri atau pendarahan saat berhubungan intim
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Pendarahan antar periode

Ada 10 penyebab yang bisa menyebabkan sakit perut sebelah kiri. Jika sakit perut yang dirasakan sangat parah, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

(oleh/info)

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama