Kebiasaan sehari-hari yang menurunkan fungsi otak, jangan malas-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-


Jakarta –

Kebiasaan yang merusak pikiran bisa berasal dari kebiasaan kita sehari-hari. Kebiasaan Anda mungkin sederhana, namun jika Anda melakukannya secara konsisten dalam jangka waktu lama, pasti akan memengaruhi kesehatan kognitif Anda.

Oleh karena itu, mengubah kebiasaan yang merusak otak dapat menghasilkan perubahan pada fungsi otak, sekecil apa pun perubahannya. Berikut beberapa kebiasaan yang dapat menurunkan kesehatan mental, seperti dikutip dari WebMD:

1. susah tidur

Salah satu contoh kebiasaan buruk yang dapat berdampak buruk pada kesehatan otak adalah kurang tidur. Kebiasaan tersebut dapat berkontribusi terhadap risiko demensia, termasuk penyakit Alzheimer. Pentingnya jadwal tidur yang teratur sangat dianjurkan.

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

2. Sering sendirian

Manusia adalah makhluk sosial yang perlu terhubung dengan orang lain, bukan hanya hubungan di jejaring sosial. Memiliki beberapa teman dekat meningkatkan kebahagiaan dan produktivitas, serta mengurangi risiko penurunan otak dan penyakit Alzheimer.

Untuk mengatasi rasa kesepian, penting untuk berhubungan kembali dengan teman atau mencoba aktivitas baru yang melibatkan kontak dengan orang lain.

3. Mengonsumsi makanan yang tidak sehat

Mengonsumsi makanan cepat saji seperti hamburger, kentang goreng, dan minuman ringan memperlambat bagian otak yang berhubungan dengan pembelajaran, memori, dan kesehatan mental.

Di sisi lain, mengonsumsi buah beri, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran hijau dapat melindungi fungsi otak dan mengurangi demensia.

4. Malas bergerak

Kurangnya aktivitas fisik meningkatkan risiko demensia serta diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi, yang semuanya terkait dengan Alzheimer.

Tidak perlu melakukan olahraga ekstrem, cukup berjalan kaki di taman atau di dalam rumah selama 30 menit. Kuncinya adalah melakukan olahraga ringan minimal 150 menit setiap minggunya.

5. Merokok

Merokok mengecilkan otak dan berdampak negatif pada daya ingat, serta melipatgandakan risiko demensia, termasuk Alzheimer. Merokok berkontribusi terhadap penyakit jantung, diabetes, stroke, dan tekanan darah tinggi.

(suk/suk)

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama