
Jakarta –
Sepasang suami istri viral yang tinggal di Bandung berobat bersama di rumah sakit jiwa. Fisty Iliana Barezki (29) dan suaminya Arif (32) sama-sama memiliki masalah kesehatan mental.
Menurut Ditikcom, Feisty mengidap gangguan kepribadian ambang (BPD), dan suaminya sering mengeluhkan gejala depresi dan psikotik yang tiba-tiba.
Feisty mengaku tak malu untuk pergi ke psikiater, ia diketahui sudah mengkhawatirkan kesehatan mentalnya sejak sebelum menikah. Diakui Fisty, perawatan rutin yang dilakukan RSJ membuat keduanya bisa lebih mudah menyelesaikan masalah pernikahannya. Apalagi Fisty dan suaminya memiliki trauma masa kecil yang belum pulih.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
“Nah, setelah kami menikah, dan kami berdua banyak mengalami kejadian di dalam dan di luar pernikahan, kami mulai mengenali luka dan luka masa kecil. Kami juga sama-sama punya banyak penyakit fisik, seperti penyakit autoimun. Alergi, ini dan itu, dan seterusnya, padahal gaya hidup kita tetap dipertahankan. Tiba-tiba muncul ketika kita sudah dewasa.
“Kemudian kami gali kemungkinan bahwa nyeri fisik ini dipicu oleh kelainan psikis yang tidak kita ketahui dan terpendam dalam tubuh dalam waktu lama hingga meletus menjadi nyeri fisik,” lanjutnya.
Stres yang disebut agresif mempengaruhi kondisi psikologis mereka. Meski tetap menyimpan makanannya, Fisty didiagnosis menderita alergi autoimun yang muncul di usia dewasa.
Feisty tidak menyadari hal ini sampai akhirnya dia mengalami gangguan mental. Ia menyayangkan masih sedikit lapisan masyarakat yang malu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.
“Pesan saya dengan berobat ke psikiater atau psikolog kita berusaha membangun kesadaran diri yang kita coba pahami dan kenali sedalam-dalamnya, karena pesan saya jangan ragu dan malu untuk meminta pertolongan profesional. membantu. Itu adalah tugas kita sebagai manusia sepanjang hidup kita.
“Seringkali banyak orang yang merasa mengenal dirinya sendiri, padahal masih banyak ‘blind spot’ yang berujung merugikan diri sendiri atau orang disekitarnya. Kesadaran diri yang baik menjadi nilai penting saat kita ingin menjalin hubungan dengan siapa pun. , terutama pernikahan.”
Ia mengatakan, konsultasi rutin dengan psikiater akan membantu hubungannya dengan istrinya tetap stabil. Konflik dalam pernikahan seringkali diselesaikan dengan tidak mengetahui perasaan diri sendiri.
Akibatnya, pasangannya tersinggung dan menimbulkan efek energi negatif. “Pergi ke psikolog/psikiater untuk menyelesaikan masalah masa kecil juga bertujuan untuk memutus rantai trauma generasi karena kita mewariskan trauma yang belum terselesaikan kepada anak-anak kita atau pasangan kita.”
“Misalnya, pasangan yang selalu melihat orang tuanya mengalami kekerasan dalam rumah tangga menjadi marah terhadap anaknya yang ikhlas,” tegasnya.
(Naf/Lay)