
Jakarta –
'Susu ikan' telah diperkenalkan sebagai produk alternatif pengganti susu sapi di bawah program nutrisi gratis dari pemerintah berikutnya. Tak sedikit orang yang bertanya bagaimana susu ikan bisa dikonsumsi masyarakat.
Ahli gizi Dr Tan Shot Yen berterus terang bahwa 'susu ikan' hanyalah sebuah istilah dagang, bukan sebuah nama. Pasalnya, proses pembuatan produk ini diawali dengan mengekstraksi protein dari daging ikan, bukan dari mamalia pada umumnya seperti susu.
“Daging ikan ini diolah melalui serangkaian proses. Jauh dari daging ikan utuh sehingga disebut produk olahan tinggi,” jelas Dr. Tan kepada DITICCOM, Rabu (11/9/2024).
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
Kompleks protein ikan yang diekstraksi dicampur dengan berbagai bahan untuk menciptakan rasa yang mirip dengan susu biasa.
Hal ini sejalan dengan CODEX Alimentarius (CODEX STAN 206-1999) yang mendefinisikan susu sebagai cairan normal yang berasal dari satu atau lebih kelenjar susu yang sedang menyusui. Artinya tidak termasuk susu ikan olahan dan rahasia alami apapun.
Berdasarkan informasi yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan, susu ikan telah dirilis pada akhir Agustus 2023 tahun lalu, dan bahan baku yang digunakan adalah ikan yang konon diolah dengan teknologi modern.
Setelah diolah, ikan tersebut dikatakan menghasilkan hidrolisat protein ikan (HPI) yang digunakan sebagai bahan baku susu ikan.
(Naf/Lay)