Batasi konsumsi 4 makanan yang berisiko menurunkan daya ingat agar tidak cepat menua-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-


Jakarta

Nutrisi yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan, terutama pikiran. Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi konsumsinya agar tidak mempengaruhi kesehatan otak atau meningkatkan risiko demensia di usia tua.

Makanan apa saja yang sebaiknya dibatasi agar tidak mempengaruhi daya ingat otak? Berikut beberapa di antaranya:

1. Alkohol

tersebut Garis kesehatanKonsumsi minuman beralkohol secara rutin menyebabkan volume otak menurun, metabolisme menurun, dan terganggunya neurotransmiter yang membantu fungsi otak dalam berkomunikasi.

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

Efek tambahan alkohol adalah mengganggu pola tidur. Minum alkohol dalam jumlah besar sebelum tidur dikaitkan dengan kualitas tidur yang buruk, dan dalam kasus yang parah dapat menyebabkan insomnia kronis.

2. Makanan dan minuman manis

Tak hanya meningkatkan risiko diabetes dan obesitas, konsumsi makanan dan minuman manis secara rutin bisa berdampak buruk pada otak. Dalam beberapa penelitian, konsumsi makanan manis dikaitkan dengan risiko Alzheimer.

Tak hanya itu, kadar gula darah yang tinggi meningkatkan risiko demensia bahkan pada orang tanpa diabetes.

Sebuah penelitian pada tikus menemukan bahwa diet tinggi gula meningkatkan peradangan otak dan gangguan memori. Penelitian lain menunjukkan bahwa tikus yang diberi makanan tinggi fruktosa mengalami kenaikan berat badan, memiliki sirkulasi darah yang buruk, dan lebih rentan terhadap masalah metabolisme dan memori.

3. Makanan olahan

Makanan olahan cenderung tinggi gula, garam, dan lemak. Beberapa makanan olahan antara lain keripik, mie instan, sosis, kornet, dan daging olahan lainnya.

Makanan olahan seringkali tinggi kalori tetapi rendah nutrisi. Jenis makanan ini dapat menyebabkan penambahan berat badan yang berdampak buruk pada kesehatan otak.

Sebuah penelitian terhadap 243 orang menemukan bahwa lemak visceral dikaitkan dengan kerusakan otak. Studi lain yang melibatkan 18.080 orang menemukan bahwa makanan yang kaya akan gorengan dan daging olahan dikaitkan dengan pembelajaran dan memori yang lebih buruk.

4. Lemak trans

Makanan yang mengandung lemak trans seperti gorengan, makanan olahan, dan kue juga dapat mempengaruhi kesehatan otak jika dikonsumsi secara berlebihan dan sering. Meskipun produk hewani seperti daging dan susu secara alami mengandung lemak trans, kandungan lemak trans yang diproduksi secara industri merupakan suatu masalah.

Seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi lemak trans memiliki risiko lebih tinggi terkena Alzheimer, daya ingat lebih rendah, volume otak lebih rendah, dan penurunan kognitif.

Beberapa penelitian belum menemukan hubungan langsung antara lemak jenuh dan kesehatan. Namun asupan lemak trans sebaiknya dibatasi atau bahkan dihindari.

(avk/naf)

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama