Wanita hamil berhati-hatilah! BPA dapat memberikan efek buruk pada hormon dan janin-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-



Jakarta

Senyawa Bisphenol A (BPA) merupakan zat yang banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ini banyak ditemukan pada produk-produk plastik, seperti botol minuman, wadah makanan, pelapis kaleng, dan galon isi ulang.

Jika satu galon terkena panas atau sering digunakan, BPA bisa meresap ke dalam air yang Anda minum setiap hari. Seperti yang Anda ketahui, senyawa BPA dapat mempengaruhi kesehatan.

Bagi ibu hamil, beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan BPA dapat berdampak buruk bagi kesehatan janin. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa BPA dapat mempengaruhi hormon dan perkembangan janin.

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

Bagi janin yang terkena BPA, efeknya bisa bertahan hingga ia berkembang. Hal ini dikarenakan BPA dapat mengganggu hormon dengan berperan sebagai antagonis reseptor androgen dan menghambat aktivitas hormon testosteron. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan organ reproduksi dan fungsi seksual.

Menurut jurnal Annals of Microbiology (2013), BPA juga dapat mengganggu hormon tiroid yang penting untuk perkembangan otak dan metabolisme. Sumber yang sama mencatat bahwa paparan BPA selama kehamilan dapat mempengaruhi perkembangan organ janin seperti prostat, kelenjar susu, dan otak, serta dapat menyebabkan pubertas dini dan gangguan reproduksi.

Tak hanya mengganggu hormon dan janin, paparan BPA terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung, terutama pada orang yang menjalani pola makan tinggi lemak.

Terkait bahaya BPA, banyak negara yang menerapkan label kemasan pada makanan atau minuman. Di Indonesia sendiri, aturan ini baru dikeluarkan pada tahun 2024 melalui Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) No.6.

Emma Sethiawati, Pj Deputi Direktur Pengawasan Makanan Olahan BPOM, mengatakan tujuh penyakit telah dikaitkan dengan paparan BPA dalam galon yang dapat digunakan kembali. Yakni gangguan sistem reproduksi, diabetes dan obesitas, masalah sistem kardiovaskular, gangguan ginjal, kanker, gangguan perkembangan kesehatan mental, dan gangguan spektrum autisme (ASD) pada anak.

“Beberapa penelitian menunjukkan risiko kesehatan akibat paparan BPA melalui pengganggu endokrin, terutama hormon estrogen,” kata Ima beberapa waktu lalu.

Dengan diterapkannya peraturan ini, konsumen diharapkan semakin sadar dan sadar akan pentingnya memilih produk yang aman. Secara khusus, anak-anak dan wanita hamil dianggap lebih rentan terhadap paparan BPA.

Memiliki label peringatan yang jelas dapat membantu konsumen mengambil keputusan yang lebih tepat saat membeli produk air minum dalam kemasan.

(Anl/Ega)

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama