
Jakarta –
Bukan rahasia lagi kalau kelebihan berat badan meningkatkan risiko berbagai penyakit. Obesitas bahkan bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.
Hal itulah yang menimpa Alex Tan yang tinggal di Singapura. Pada tahun tersebut Dia ditakdirkan untuk tidak hidup cukup lama untuk melihat putranya tumbuh besar pada tahun 2021.
Saat itu, Tan memiliki tubuh yang sangat gemuk. Bobotnya lebih dari 100 kg. Ia juga menderita beberapa penyakit seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, asam urat, refluks asam, dan sleep apnea.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
Keputusan dokter itu seperti sebuah tamparan keras bagi Tan. Dia tidak menyangka rasa sakitnya akan begitu serius.
“Saya masih ingat betapa terkejutnya saya ketika mendengar kata-kata itu,” kata Tan, dikutip South China Morning Post, Senin (26/8/2024).
“Malam sebelum penurunan berat badan, saya tidak bisa tidur nyenyak dan terbangun karena sesak napas. Saya mengonsumsi obat pereda nyeri untuk menghilangkan rasa sakit parah di pergelangan kaki dan lutut akibat beban ekstra,” lanjutnya.
Atas rekomendasi seorang teman, Tan bergabung dengan pusat kebugaran dan berlatih dengan pelatih pribadi Monique Lee. Di bawah bimbingan Lee, Tan mulai berjalan kaki secara teratur, latihan kekuatan, dan mengikuti diet defisit kalori.
“Saat saya melakukan rapat online, saya mulai berjalan keliling kantor dengan headphone,” kata Tan.
Pada awalnya, Tan merasa pelatihan ini sangat melelahkan. Namun lambat laun kekuatannya mulai membaik. Dia terus berlatih dengan Lee dua kali seminggu, dan melakukan latihan beban dengan pelatih pribadi saat dia tidak mengikuti kelas. Tan menghadiri kelas pertarungan tubuh setiap minggu.
Mengenai makanan, Tan mulai membatasi asupan karbohidrat bertepung. Selain itu juga memperbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan dan daging tanpa lemak.
Saya biasa makan apa yang saya inginkan, kapan pun saya mau. Pizza, burger, ayam goreng, bihun goreng. “Aku makan terus-menerus,” kata Tan.
Kerja keras selama tiga tahun membuahkan hasil. Tan berhasil menurunkan berat badannya dari 120 kg menjadi 78 kg. Persentase lemak tubuhnya juga turun dari 40 menjadi 21,7.
Tubuh yang baik juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap obat-obatan. Pria berusia 49 tahun itu mengaku tidak mengonsumsi obat tekanan darah. Obat diabetes dan asam urat telah berkurang sepertiga dari tingkat sebelumnya.
(di/kna)