Apakah Anda merasa mual setelah makan? Berikut 10 penyebab dan cara mengatasinya-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-


Jakarta

Mual setelah makan bisa terjadi pada banyak orang. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari karena rasa mual hingga muntah-muntah.

Ada banyak alasan mengapa seseorang merasa mual setelah makan. Namun jangan khawatir, keadaan ini masih bisa dicegah dengan beberapa cara.

Lantas, apa penyebab mual setelah makan? Simak pembahasannya di artikel ini.

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

Penyebab mual setelah makan

Mual setelah makan bisa terjadi karena beberapa sebab. Menurut situs Cleveland Clinic dan Medical News Today, berikut penyebab mual setelah makan.

1. Keracunan makanan

Alasan pertama adalah keracunan makanan. Hal ini bisa disebabkan karena mengonsumsi makanan busuk atau kadaluwarsa.

Keracunan makanan bisa terjadi secara tiba-tiba saat seseorang memakan makanan tersebut. Namun rasa mual akibat keracunan makanan bisa hilang dengan sendirinya.

Christian Lee, seorang ahli gastroenterologi, berkata, “Dalam beberapa kasus, muntah atau diare tidak selalu merupakan hal yang buruk. Ini adalah cara untuk membuang hal-hal seperti infeksi, racun, dan zat pengganggu lainnya dari tubuh sebelum tertelan.” .”

2. Alergi makanan

Banyak orang yang alergi terhadap makanan tertentu. Orang mungkin mengalami gejala alergi ringan, seperti gatal dan mual, tanpa sadar mereka sudah memakannya.

Jika tidak segera ditangani, gejala yang dialami seseorang bisa semakin parah, mulai dari tekanan darah rendah, detak jantung meningkat, serta pembengkakan pada mata dan tenggorokan.

3. Makan berlebihan

Saat perut lapar, biasanya seseorang akan makan banyak, sehingga perut menjadi kenyang. Sayangnya, cara ini tidak disarankan karena menyebabkan mual setelah makan.

“Perut Anda hanya mampu menampung sedikit makanan. Jika perut Anda kenyang, makanan tersebut masih ada dan Anda merasa mual jika terus makan,” kata Dr. Lee.

4. Pengalaman GERD

Alasan lain seseorang merasa mual setelah makan adalah karena menderita GERD (gastroesophageal reflux disease). Selain mual, seseorang mungkin merasakan gejala lain seperti nyeri pada ulu hati, sakit perut, dan rasa panas di dada (mulas).

Sekadar informasi, GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menyebabkan iritasi pada mulut dan tenggorokan.

5. Perasaan stres dan cemas

Seseorang mungkin merasa mual setelah makan karena dipicu oleh stres dan kecemasan yang berlebihan. Menurut Anxiety and Depression Association of America, mual adalah gejala umum dari banyak penyakit mental, seperti gangguan panik dan gangguan kecemasan.

Perlu diketahui, otak dan saluran pencernaan dihubungkan oleh saraf yang disebut dengan gut-brain connection atau koneksi usus-otak. Saat seseorang stres, otak melepaskan hormon dan bahan kimia ke dalam tubuh.

Seiring waktu, hormon dan bahan kimia ini memasuki saluran pencernaan dan berdampak negatif pada mikrobioma usus. Oleh karena itu, ketika detektornya stres, mereka merasa mual setelah makan.

6. Penggunaan obat-obatan tertentu

Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat saraf, obat anti kejang, dan obat diabetes, dapat mempengaruhi nafsu makan dan akhirnya menyebabkan mual. Selain itu, ada banyak obat umum yang dapat menyebabkan mual, seperti obat berbahan dasar opioid dan pereda nyeri.

7. Tidur setelah makan

Banyak orang merasa mengantuk setelah makan. Oleh karena itu, mereka berbaring di tempat tidur dan memejamkan mata sebentar. Padahal, cara ini tidak disarankan karena menimbulkan rasa mual.

Soalnya, tidur setelah makan bisa menambah rasa mual atau rasa perih di tenggorokan, terutama bagi penderita GERD.

8. Menggunakan lemak dalam jumlah besar

Alasan lainnya adalah mengonsumsi makanan berlemak dalam jumlah tinggi, seperti daging sapi panggang, burger, dan sosis goreng. Hal ini disebabkan oleh pelepasan hormon dan peptida usus.

Selain itu, mengonsumsi makanan berlemak dan berprotein menyebabkan pelepasan hormon yang disebut kolesistokinin (CKK) dari usus. CKK dapat menurunkan kecepatan pengosongan perut, sehingga meningkatkan rasa kenyang dan menyebabkan mual.

9. Sakit kepala

Seseorang yang mengalami sakit kepala dan migrain mungkin akan merasa mual setelah makan. Selain itu, seseorang mungkin mengalami gejala lain seperti sakit perut dan muntah.

Makan secara teratur bisa membuat seseorang merasa mual setelah makan. Oleh karena itu, disarankan untuk selalu makan tepat waktu dan memilih lauk pauk yang bergizi agar tubuh tetap sehat.

Cara mengatasi mual setelah makan

Ada banyak cara mengatasi mual setelah makan. Hal pertama yang perlu Anda lakukan jika mengacu pada kesehatan optimal adalah mencari tahu apa penyebab mual tersebut. Hal ini disebabkan oleh keracunan, keterlambatan makan atau GERD.

Waspadai juga beberapa makanan yang bisa menyebabkan mual setelah makan. Beberapa makanan yang harus dihindari adalah:

  • Makanan yang digoreng
  • Daging berlemak tinggi
  • Keju dan susu
  • Manis manis.

Jika Anda merasa mual, cobalah minum teh herbal hangat, seperti teh jahe, teh kamomil, atau teh peppermint, setelah makan. Selain itu, penantang bisa melakukan banyak cara untuk mencegah mual, seperti:

  • Makan secara teratur
  • Kunyah makanan dengan baik dan perlahan
  • Hindari tidur setelah makan
  • Tambahkan makanan yang mengandung serat
  • Jangan memakai baju dan celana ketat setelah makan.

Itulah 10 penyebab mual setelah makan dan banyak cara mengatasinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

(ilf/fds)

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama