Pengertian, Gejala dan Cara Pengobatannya-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-


Jakarta

Bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrim. Suatu saat, seseorang mungkin bahagia, namun tiba-tiba ia menjadi sangat sedih.

Lantas, apa saja gejala gangguan bipolar? Jadi bagaimana Anda menanganinya? Simak pembahasannya di artikel ini.

Memahami bipolar

Bipolar adalah penyakit mental yang menyebabkan pasien mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem. Sebelumnya, penyakit ini disebut manic-depressive atau manic depression.

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

Menurut Mayo Clinic, seseorang yang menderita gangguan bipolar mungkin merasa bahagia, antusias, dan energik (episode manik) dan merasa sangat sedih, lelah, dan kehilangan minat yang parah (episode depresi).

Perubahan suasana hati ini bisa terjadi berkali-kali dalam setahun. Sayangnya, penyebab pasti dari gangguan bipolar masih belum diketahui.

Faktanya, gangguan kesehatan mental ini belum ada obatnya dan bisa terjadi sepanjang hidup. Namun, penderitanya dapat menjalani sejumlah pengobatan yang dapat mengontrol suasana hati dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Gejala gangguan bipolar

Menurut Klinik Cleveland, setidaknya ada empat gejala gangguan bipolar yang sering dialami penderitanya. Gangguan tersebut meliputi manik, hipomanik, dan depresi.

Gejala yang dialami dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan perilaku yang tidak terduga, sehingga menimbulkan tekanan tinggi dan kesulitan dalam hidup.

Apa saja gejala gangguan bipolar? Lihat di bawah.

1. Gangguan bipolar I

Gejala bipolar I ditandai dengan setidaknya satu episode manik, yang mungkin didahului atau diikuti oleh episode hipomanik.

Tanda ini membuat seseorang merasa senang, lalu tiba-tiba beristirahat. Gejala bipolar I menyebabkan perilaku lebih impulsif dari biasanya.

Umumnya orang yang mengalami gejala bipolar I bisa berlangsung sekitar seminggu. Dalam beberapa kasus, kondisi pasien mungkin sangat parah sehingga memerlukan perhatian medis.

2. Gangguan bipolar II

Orang dengan gejala bipolar II memiliki setidaknya satu episode depresi berat atau hipomanik. Namun, pria tersebut tidak pernah mengalami episode manik.

Perlu diingat bahwa gangguan bipolar II lebih melemahkan dibandingkan gangguan bipolar.

Namun, tidak semua penderita gangguan bipolar mengalami depresi berat, meski banyak juga yang mengalaminya. Hal ini tergantung pada jenis gangguan bipolarnya, sehingga Anda mungkin hanya mengalami beberapa gejala depresi.

3. Gangguan siklotimik (siklotimia)

Seseorang dengan gangguan siklotimik seringkali mengalami emosi yang tidak stabil. Mereka juga mengalami hipomania dan depresi ringan setidaknya selama dua tahun pada orang dewasa, satu tahun pada anak-anak, dan remaja.

Selain itu, orang dengan gejala siklotimik mungkin mengalami euthymia dalam waktu singkat. Periode ini berlangsung kurang dari delapan minggu.

4. Gangguan bipolar lainnya

Jika seseorang tidak memenuhi kriteria diagnostik gejala bipolar I, II, atau siklotimik, namun masih mengalami perubahan suasana hati yang ekstrim, orang tersebut dianggap menderita gangguan bipolar lain yang spesifik atau tidak spesifik.

Gejala manik dan hipomanik

Sekadar informasi, manik dan hipomanik adalah dua jenis episode yang berbeda, namun memiliki gejala yang serupa. Manik lebih parah daripada hipomanik dan menyebabkan masalah besar di tempat kerja, sekolah, dan aktivitas sosial.

Manik dapat menyebabkan gangguan seperti halusinasi dan gejala psikosis lainnya. Dalam beberapa kasus, korban harus dirawat di rumah sakit.

Menurut Mayo Clinic, beberapa gejala mania dan hipomania antara lain:

  • Sangat senang dan bahagia
  • Energik
  • Terlalu percaya diri
  • Insomnia
  • banyak bicara
  • Dia sering membuat keputusan yang buruk

Gejala stres tinggi

Depresi berat dapat menimbulkan sejumlah gejala parah yang membuat sulit melakukan aktivitas sehari-hari seperti bekerja, sekolah, dan berhubungan seks. Beberapa gejala depresi berat antara lain:

Suasana hatinya selalu depresi, seperti sedih, putus asa, hampa, dan sering menangisi sesuatu.

  • Kurangnya keinginan untuk melakukan sesuatu yang positif
  • Penurunan berat badan
  • Kehilangan selera makan
  • Insomnia
  • Terlalu banyak tidur
  • Mudah lelah
  • Merasa tidak layak hidup di dunia
  • Kecerdasan menurun
  • Berpikir, merencanakan, atau mencoba bunuh diri.

Faktor risiko gangguan bipolar

Para peneliti menunjukkan beberapa risiko yang ditimbulkan oleh bipolar. Beberapa risiko tersebut antara lain:

1. Struktur fungsi otak

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita gangguan bipolar memiliki perbedaan struktur dan fungsi otak dibandingkan dengan orang tanpa gangguan kesehatan mental.

Dengan pemindaian otak, peneliti dapat lebih memahami jenis gangguan bipolar yang dialami seseorang dan pengobatan apa yang mungkin diperlukan.

2. Genetika

Penyebab lainnya disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan dalam keluarga. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang orang tua atau saudara kandungnya menderita gangguan bipolar, lebih mungkin mengalami gangguan bipolar juga.

3. Lingkungan

Lingkungan di rumah, sekolah, dan tempat kerja mempengaruhi seseorang dengan gangguan bipolar. Terkadang, stres dan perubahan besar dalam hidup bisa membuat seseorang merasakan gangguan bipolar.

Siapa yang Mengidap Bipolar?

Gangguan bipolar bisa menyerang siapa saja, berapapun usianya. Usia rata-rata seseorang mengalami gangguan bipolar adalah 25 tahun. Namun pada beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, kelainan ini bisa terjadi pada masa kanak-kanak atau pada usia 40-50 tahun.

Cara mengobati bipolar

Harap diingat, seseorang dengan bipolar tidak dapat mendiagnosis dirinya sendiri (mereka mendiagnosis dirinya sendiri). Ada beberapa cara untuk mengobati gangguan bipolar:

  • Bekerjalah dengan seorang profesional untuk menerapkan rencana perawatan.
  • Ikuti rencana perawatan sesuai petunjuk.
  • Ciptakan rutinitas positif untuk makan, tidur, dan berolahraga.
  • Olahraga teratur, seperti lari, berenang, atau bersepeda, dapat membantu mengatasi depresi serta menjaga kesehatan jantung dan otak.
  • Pahami suasana hati dan aktivitas sehari-hari Anda untuk mengetahui perubahan suasana hati apa yang Anda alami.
  • Carilah dukungan dari orang-orang terdekat dan tepercaya untuk mengikuti rencana pengobatan.
  • Mengobati gangguan bipolar membutuhkan waktu, jadi bersabarlah.

Selain itu, pasien bipolar dapat menjalani psikoterapi untuk mengatasi masalah ini. Ada beberapa jenis psikoterapi yang dapat membantu proses penyembuhan:

  • Terapi Dampak Individu dan Sosial (IPSRT)
  • Terapi Perilaku Kognitif (CBT)
  • Psikologi.

Ini adalah diskusi tentang bipolar. Kami berharap artikel ini membantu para calon.

(ilf/fds)

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama