
Jakarta –
Fenomena cek Khodam live di TikTok belakangan ini sedang populer di kalangan masyarakat. Ada yang rela menunggu sampai mereka dikaruniai untuk mengetahui kode apa yang mungkin mereka miliki.
Alasannya bermacam-macam, ada yang hanya sekedar iseng, namun ada juga yang serius ingin tahu apakah mereka punya Koda. Fenomena ini juga bisa dikaitkan dengan kesehatan mental.
Simak dulu fakta pemeriksaan kesehatan jiwa khodam seperti yang disampaikan para psikolog di artikel ini. Selain hiburan, aktivitas ini juga diketahui menyebabkan masalah mental seperti delusi.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
Apa itu Kodam?
Dikutip dari Detik Hikmah, kata Arab kodam berarti penolong, penjaga, atau pelindung. Dalam buku Ilmu Hikmah dalam Hikmah dan Topeng Perdukunan karya Perdana Ahmed dijelaskan bahwa Kodam mengacu pada jin Muslim yang merupakan sahabat manusia.
Dalam buku Ilmu Rahasia Kejawan: Mengungkap Rahasia Kehidupan Orang Jawa karya Petir Abimanyu, Kodam digambarkan memiliki unsur supranatural namun berbeda dengan Jin atau Setan. Kodam disebut tidak punya nafsu dan seks.
Sedangkan Nur Prabhawa Wijaya dalam bukunya Rahasia Khodam mengatakan bahwa Kodam dikenal dalam budaya Jawa sebagai makhluk yang membantu orang dalam hal-hal tertentu.
Dalam pemeriksaan khodam langsung Tik Tok, penyihir memverifikasi bahwa seseorang memiliki 'khadam'. Kodam yang sering disebut dukun ini berwujud buaya putih, kera, kuda terbang, naga, dan lain sebagainya. Masing-masing mempunyai fungsi berbeda.
Mengukuhkan fakta bahwa Khodam berkaitan dengan kesehatan jiwa
Benar atau tidaknya kode tersebut, mungkin ada hubungannya dengan kesehatan mental. Berikut penjelasan dari psikolog dan psikiater.
1. Tujuan hiburan
Uswatun Hasanah, dosen keperawatan jiwa Universitas Muhammadiyah Surabaya, menjelaskan, salah satu alasan masyarakat melakukan pemeriksaan Kodam adalah untuk hiburan atau sekadar mengikuti tren.
Namun apabila terdapat kondisi tertentu yang menyebabkan perubahan perilaku manusia, bahkan kecanduan, maka diperlukan pendekatan holistik dari aspek biologis, psikologis, sosial, dan budaya.
“Hal ini sangat penting karena dalam proses penguatan permasalahan, kita tetap harus mengedepankan kepekaan budaya, toleransi dan empati terkait pengalaman spiritual mereka,” kata Uswatun.
2. Terkait dengan budaya
Mariam, psikolog Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), menjelaskan proses screening yang dilakukan Kodam bisa berujung pada gangguan jiwa. Namun orang yang mengikuti tren pengecekan kode belum tentu memiliki masalah kesehatan mental, karena ada juga yang untuk hiburan. Selain itu, khodam juga bisa dikaitkan dengan budaya atau kepercayaan tertentu.
Seperti diberitakan dalam laman New Online, “Hanya karena penasaran saja, menurut saya hanya iseng saja. Dari segi pengaruhnya, menurut saya keyakinan ini bisa sama, karena berkaitan dengan budaya dan spiritualitas.” .
3. Mereka menginginkan jawaban atas permasalahan hidup
Bagi sebagian orang, tindakan bersuci khodam dipandang sebagai salah satu cara mencari jawaban atas permasalahan yang sedang dihadapi dalam hidup. Di Universitas Santa Dharma Yogyakarta, Albertus Harimurthy, dosen program Sarjana Psikologi, mengatakan membandingkan cek khodam ibarat ramalan tarot atau zodiak, seperti dikutip dari Detikjoja.
Fenomena ini mirip dengan ramalan zodiak atau tarot, para ahli menyebutnya dengan efek Barnum. Pada dasarnya manusia membutuhkan bimbingan dan jawaban atas permasalahan hidupnya. Sayangnya, mengecek “kode” saja tidak cukup untuk memahami diri seseorang. dinamika dan sejarah. Makanya masyarakat masih datang ke psikolog, dokter, agama atau teman, kata Albertus.
4. Menyebabkan halusinasi dan delusi
Dalam kasus yang ekstrim, ketergantungan yang berlebihan terhadap pemeriksaan khodam dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental. Menurut Psikiater dr Lahargo Kambaran, SPKJ, dalam Dietic Health, gejala yang dapat diamati antara lain kecenderungan halusinasi.
Nanti ada dua cirinya, halusinasi, mendengar bisikan, melihat bayangan, merasa ada yang masuk ke tubuhmu, ada yang menempel di tubuhmu, itu gejala-gejala halusinasi, ujarnya.
Masalah ini bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan baik. Dengan 4 fakta pemeriksaan khodam terkait kesehatan jiwa, kita sudah mengetahui apa itu khodam.
(baris/baris)