
Jakarta –
Jenna Gestetner (21), wanita asal Los Angeles, Amerika Serikat, menderita penyakit langka yang menyebabkan dirinya memiliki lebih dari 100 jenis alergi. Kondisi ini disebut Mast Cell Activation Syndrome (MCAS) dan membuat Anda alergi terhadap hampir semua makanan.
Gejalanya meliputi nyeri hebat, mual, kelelahan, pusing, reaksi kulit, dan kesulitan bernapas.
Awalnya Jenna hanya bisa makan sembilan jenis makanan. Namun, kini ia bisa menggunakan empat jenis buah lagi dalam menu makanannya.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
Buah-buahan tersebut antara lain kurma, anggur, stroberi, dan pir. Keempat buah ini ditambahkan hanya setelah perlakuan MCAS.
“Sungguh menakjubkan saya bisa makan buah sekarang, dengan empat porsi tambahan, hidup saya telah banyak berubah,” kata Jenna. CerminSelasa (30/7/2024).
Sejak kecil, dia kesulitan mengetahui makanan mana yang bisa menyebabkan alergi dan tidak. Setelah bertahun-tahun mencoba-coba, Jenna hanya bisa makan kalkun, ikan putih, labu, kacang hijau, wortel, lemon, biji chia, minyak zaitun, dan suplemen glukosa.
Jenna pertama kali dikenali oleh MCAS pada tahun 2021. Meski kini ia telah menemukan makanan baru, Jenna mengatakan bahwa hidup dengan rasa sakitnya adalah sebuah perjuangan besar.
“Banyak ketidakpastian dan itu membebani pikiran saya. Sulit bagi saya untuk bepergian, saya perlu lebih banyak waktu untuk istirahat,” kata Jenna.
Situasi ini pun mengganggu kehidupan sosial Jenna. Saat pergi ke acara keluarga atau teman, dia tidak boleh makan apa yang dimakan orang lain. Hal ini membuatnya merasa 'tersisih' dalam kehidupan sosial karena tidak memiliki pengalaman yang sama.
Ia kerap menyimpan makanan ringan di lemari meski tidak dimakan. Makanan ini ia simpan ketika teman-temannya datang berkunjung ke rumahnya.
Daftar makanan sehari-hari Jenna meliputi:
Sarapan: Semangkuk kurma dan biji chia
Makan siang: hidangan kari goreng
Camilan: Raspberry
Makan malam: ikan putih atau kalkun dengan kacang hijau
Jenna kerap membagikan perjalanan kesehatannya di media sosial. Ia berharap kisah-kisah yang disampaikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan penderitaan MCAS.
“Saya ingin membuat orang lain merasa dihargai. MCAS lebih umum dari yang kita kira, tapi karena sebagian besar tidak terlihat, sangat jarang bertemu orang lain yang punya pengalaman,” ujarnya.
(avk/avk)