
Jakarta –
Para arkeolog telah menemukan anggur berusia 20 abad di Spanyol yang berisi abu mayat manusia. Anggur yang ditemukan dalam toples anggur putih berisi abu kremasi diyakini sebagai ritual untuk membantu seorang pria Spanyol dalam perjalanan menuju akhirat.
Stoples berisi anggur yang disebutkan dalam Science Daily pertama kali diambil pada tahun 2011. Penggalian tahun 2019 di kota Carmona menemukan sebuah mausoleum Romawi yang diyakini dibangun untuk keluarga kaya setempat. Di dalam ruangan, peneliti menemukan enam guci berisi abu, masing-masing milik satu orang.
Guci yang ditemukan berisi tulang manusia hangus dan cincin emas berhiaskan Janus berkepala dua. Ada juga kaki besi dari tempat tidur kremasi.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
“Awalnya kami sangat terkejut karena ada cairan yang diawetkan di salah satu barang kuburan,” kata Juan Manuel Roman, arkeolog dari kota Carmona.
Karena kondisi pengawetan yang sangat baik di makam bawah tanah dan fakta bahwa semua kelenjar saluran kemih lainnya tetap kering, para peneliti segera menyimpulkan bahwa cairan dalam urin adalah penyebabnya.
Untuk mendapatkan kejelasan, peneliti mempelajari pH, tidak adanya bahan organik, garam mineral, adanya senyawa kimia tertentu yang mungkin terkait dengan kaca, atau tulang orang mati; Dan bandingkan dengan anggur Montilla-Morrils, Jerez, dan Sanlúcar saat ini. Berkat semua ini, mereka menemukan bukti pertama bahwa cairan itu sebenarnya adalah anggur.
“Hasil dari penelitian ini adalah cairan berwarna merah di dalam panci abu tersebut aslinya adalah wine dan kemudian wine yang membusuk dan berumur sekitar 2000 tahun, menjadikannya wine tertua yang pernah ditemukan,” jelas peneliti.
Anggur, serta cincin, parfum, dan barang-barang lainnya merupakan bagian dari upacara pemakaman yang menemani jenazah dalam perjalanannya menuju akhirat. Di Roma kuno, seperti halnya di masyarakat lain, kematian memiliki arti khusus dan orang ingin dikenang agar tetap hidup.
(kna/kna)