
Jakarta –
Menstruasi yang terlambat umumnya ditandai dengan pendarahan yang tidak teratur akibat stres. Akibat naik turunnya hormon progesteron, jarak antar menstruasi menjadi lebih lama.
Stres mempengaruhi kerja hipotalamus-hipofisis-gonad (HPG), yang bertanggung jawab atas sistem reproduksi, serta keseimbangan hipotalamus-hipofisis (HPA). HPA melepaskan hormon CRH, yang merangsang ovulasi, yang menyebabkan perubahan siklus menstruasi.
Peningkatan kortisol yang disebabkan oleh stres juga mempengaruhi penyerapan glukosa di otak. Ini semacam persiapan energi untuk menghadapi gejala menstruasi yang tidak normal.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
Ciri-ciri keterlambatan haid akibat stres
Hubungan Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia Angkatan 2017 Luana N Achamad dkk, ada tiga jenis stres yang dapat menyebabkan terlambat haid, yaitu:
- Stres fisik (infeksi atau penyakit fisik)
- Stres psikologis (ketakutan, kecemasan, kemarahan, kesepian)
- Stres sosial budaya (perceraian, perselisihan, pengangguran).
Berikut gejala keterlambatan menstruasi akibat stres dari Healthline
1. Perdarahan tidak lancar
Menstruasi biasanya berlangsung 3-7 hari dan ditandai dengan pendarahan terus menerus. Pada wanita yang terlambat haid karena stres, darah yang keluar berupa flek tidak beraturan.
2. Periodenya akan lebih pendek
Lamanya menstruasi seorang wanita berbeda-beda sesuai dengan kondisi biologisnya. Pada wanita yang mengalami stres, durasi menstruasinya akan lebih pendek dari biasanya. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron.
3. Jangka waktu antar periode lebih lama
Wanita normal umumnya mengalami siklus menstruasi 21-35 hari dengan volume darah sekitar 30-40 ml. Namun, stres dapat menyebabkan menstruasi tidak normal dan tidak teratur karena masalah pendarahan yang diketahui. Periode antar periode pada masing-masing kelainan adalah sebagai berikut.
- Amenore: Tidak adanya menstruasi selama lebih dari 3 siklus atau lebih dari 90 hari.
- Polimenore: menstruasi lebih dari 2 kali dalam sebulan dengan siklus 21 hari.
- Oligomenore: Siklus menstruasi lebih dari 35 hari.
- Metroragia: Interval tidak teratur dan pendarahan hebat lebih dari 7 hari dengan volume darah lebih dari 80 ml.
4. Perubahan berat badan
Ciri-ciri terlambatnya menstruasi akibat stres juga dikenali dari perubahan berat badan. Seorang wanita mungkin mengalami kenaikan atau penurunan berat badan yang tidak biasa tergantung pada kondisi biologis dan suasana hatinya.
5. Kelenjar lambung
Gangguan pencernaan sering kali merupakan gejala lain dari terlambatnya menstruasi akibat stres. Seringkali wanita mengalami diare karena adanya masalah pencernaan pada usus.
6. Kram perut
Gejala terlambat haid akibat stres lainnya adalah kram perut. Saat stres, tubuh melepaskan prostaglandin yang menyebabkan kontraksi otot rahim sehingga menimbulkan rasa sakit. Jika kram perut terasa sangat mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.
7. Perubahan suasana hati yang cepat (mood swings)
Wajar jika wanita saat menstruasi mengalami perubahan emosi. Namun karena stres, wanita menjadi sangat sensitif sehingga mempengaruhi aktivitas sehari-harinya. Mereka umumnya lebih peka terhadap emosi yang berubah dengan cepat seiring dengan lingkungan di sekitarnya.
8. Rambut rontok
Tertundanya menstruasi pada wanita yang mengalami stres diketahui dapat menyebabkan rambut rontok. Menurut Medical News Today, stres merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan hormonal penyebab rambut rontok.
9. Kulit berminyak dan rentan berjerawat
Keterlambatan menstruasi dapat menyebabkan perubahan produksi hormon wanita. Akibatnya, kulit menjadi lebih sensitif dan memproduksi lebih banyak minyak. Jika tidak dibersihkan dengan baik, keringat berpotensi menimbulkan jerawat pada wanita.
10. Sulit tidur
Oleh Rosmauli Jerimia Fitriani dkk. Indeks Massa Tubuh, Kualitas Tidur, dan Stres Ditentukan oleh Siklus Menstruasi Wanita, Hormon Wanita Berubah Seiring Usia, Emosi, dan Keadaan, Termasuk Periode Stres.
Perubahan hormonal juga mempengaruhi suhu tubuh dan sistem pernapasan sehingga membuat seseorang sulit tidur. Penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih sulit tidur dibandingkan pria saat mereka stres.
Kapan gejala telat haid karena stres dianggap berbahaya?
Menstruasi yang tertunda bukanlah hal baru bagi wanita. Menstruasi dianggap normal jika selang waktu antara haid saat ini dan sebelumnya adalah 21-35 hari dan rata-rata 28 hari. Menstruasi sendiri terjadi selama 3-7 hari.
Setiap bulan, hari haid bervariasi dengan jarak yang kecil. Jadi menunda menstruasi belum tentu berdampak negatif. Wanita harus waspada jika menstruasinya tertunda selama beberapa bulan.
Menurut laman dokter UT, jika terlambat haid lebih dari 3-6 bulan karena stres, harap segera berkonsultasi ke dokter kandungan. Konsultasi akan memastikan bahwa gejala terlambat haid bukan disebabkan oleh stres dan penyakit fisik lainnya, ketidakseimbangan hormon, atau gejala kehamilan.
Menonton video”Pekerja laki-laki di Jepang mencoba merasakan sakitnya menstruasi“
[Gambas:Video 20detik]
(baris/baris)