
Jakarta –
Seorang pria yang menerima transplantasi ginjal babi yang direkayasa di AS telah meninggal. Seorang pria bernama Richard 'Rick' Slayman meninggal dua bulan setelah operasi.
Slayman menjalani transplantasi pada Maret 2024 di Rumah Sakit Umum Massachusetts. Para ahli bedah mengatakan mereka yakin ginjal babi akan bertahan setidaknya dua tahun.
Pria 62 tahun itu diketahui mengalami gangguan ginjal dan mendapat transplantasi ginjal dari donor manusia pada tahun 2018. Namun, ginjal tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda kegagalan lima tahun kemudian, sehingga Slaiman harus menjalani cuci darah lagi pada tahun 2023.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
Dr Winfred Williams, kepala asosiasi departemen nefrologi di Mass General dan dokter ginjal utama pasien, mengatakan Slaman mengalami komplikasi lain, termasuk gagal jantung. Ketika ia didiagnosis mengidap penyakit ginjal pada akhir tahun lalu, dokter menyarankan agar ia mencoba ginjal babi.
Proses operasi transplantasi
Ginjal yang ditransplantasikan ke Slayman berasal dari eGenesis Cambridge, Massachusetts. Organ tersebut telah dimodifikasi secara genetik untuk menghilangkan gen babi yang berbahaya dan menambahkan gen manusia tertentu untuk meningkatkan kompatibilitas.
Dr Williams yang menangani kasus tersebut mengatakan, kondisi Sleiman sangat kuat. Berbeda dengan penerima jantung babi sebelumnya yang kondisinya sudah sangat serius.
“Jika tidak berhasil, Slimane bisa kembali menjalani cuci darah,” kata Dr. Winfred Williams, dikutip AP News.
Sebelum prosedur dilakukan, Sleiman kesulitan menjalani cuci darah dan membutuhkan prosedur untuk menghilangkan bekuan darah dan memulihkan aliran darah.
Setelah transplantasi, dokter mengatakan ginjal babi yang diterima Slimman berfungsi dengan baik. Ginjal babi dapat menghasilkan urin dan kreatinin, produk limbah dari tubuh.
“Dia sudah berjalan di lorong rumah sakit dan mungkin akan segera keluar dari rumah sakit,” lanjutnya.
Berikutnya: kondisi setelah operasi hingga kematian