Tenang saja, 8 obat ini ampuh mengatasi anemia aplastik-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-



Jakarta

Kisah Komika Babe Cabita tentang penyakit ini baru-baru ini mengemuka setelah kematiannya. Kondisi ini menandakan seseorang mengalami kelainan darah yang menyebabkan sumsum tulang gagal memproduksi sel darah.

Artinya sumsum tulang tidak dapat memproduksi satu atau seluruh sel darah, termasuk sel darah merah dan sel darah putih. Penyebab anemia aplastik bisa disebabkan oleh berbagai macam sebab, salah satunya adalah penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang atau jangka panjang.

Menurut Profesor Julius Ikawati, guru besar farmasi Universitas Gadja Mada, hubungan keduanya jarang terjadi. Namun jika seseorang mengonsumsi obat dalam jangka waktu lama, ada tujuh jenis obat yang sebaiknya diperhatikan, sebagai berikut.

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

Obat Kloramfenikol

Antibiotik ini pernah digunakan secara luas, namun penggunaannya telah dibatasi karena risiko yang serius, termasuk anemia aplastik.

NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid)

Obat antiinflamasi nonsteroid seperti indometasin dan fenilbutazon dapat menyebabkan anemia aplastik, meskipun hal ini jarang terjadi.

Sulfonamida

Kelompok antibiotik ini, termasuk Sulfasalazine dan trimethoprim-sulfamethoxazole, telah dikaitkan dengan anemia aplastik.

Antikonvulsan

Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati epilepsi, seperti karbamazepin dan fenitoin, dapat menyebabkan anemia aplastik.

Obat tiroid

Digunakan untuk mengobati hipertiroidisme, seperti propylthiouracil dan methimazole.

Obat sitotoksik dan kemoterapi

Obat-obatan yang digunakan dalam kemoterapi, seperti siklofosfamid dan klorambusil, lebih mungkin menyebabkan anemia aplastik.

Obat anti-HIV

Dalam beberapa kasus, obat yang digunakan untuk mengobati HIV/AIDS dikatakan menyebabkan anemia aplastik.

Obat-obatan lainnya

Agen anemia aplastik lain yang kurang umum namun berpotensi ampuh adalah senyawa emas yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis dan obat antiplatelet seperti ticlopidine.

Namun kejadian anemia aplastik akibat obat ini sangat jarang terjadi. Surveilans pasca pasar obat di Indonesia belum menemukan adanya laporan akibat obat tersebut, tegasnya.

Jika Anda memiliki keluhan yang tidak kunjung membaik meski sudah minum obat, Profesor Zulis menyarankan agar Anda segera berkonsultasi ke dokter spesialis.

Menonton video”Tentang anemia aplastik yang diderita Bebe Kabita sebelum kematiannya
[Gambas:Video 20detik]
(Naf/Naf)

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama