Sebuah rumah sakit di Gaza telah menjadi abu, kini menjadi cangkang kosong yang dipenuhi mayat.-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-


Jakarta

Menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza, dalam tiga hari terakhir hingga Senin (22/4/2024), ditemukan 200 jenazah di rumah sakit. Konon tentara Israel membunuhnya dan menguburkan jenazahnya di rumah sakit Khan Yunis tanpa sepengetahuannya.

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza Mahmoud Bassal mengatakan kepada Agence France-Presse bahwa beberapa jenazah yang ditemukan sudah membusuk.

“Ada masalah dalam proses identifikasi, namun upaya pertahanan sipil terus berlanjut,” katanya.

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

Ismail al-Tawabta, kepala kantor media pemerintah Hamas di Otoritas Palestina, mengatakan jumlah sebenarnya jenazah yang ditemukan adalah 283.

“Di Kompleks Medis Nasser, kami menemukan kuburan massal berisi orang-orang yang dibunuh oleh tentara Israel,” kata Tawabta kepada AFP.

“Kami menyerukan penyelidikan internasional untuk menyelidiki secara dekat kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil, anak-anak dan perempuan,” katanya.

Seorang pejabat senior Badan Pertahanan Sipil, Mohammad Al-Mughayir, membenarkan bahwa jenazah telah ditemukan di fasilitas tersebut dan mengatakan bahwa proses pemindahan jenazah akan berlanjut hingga Kamis. Di tahun

Rumah sakit di Gaza pun tak luput dari serangan Israel terhadap Hamas yang menguasai Jalur Gaza. Militer Israel menuduh Hamas menggunakan rumah sakit dan fasilitas medis sebagai pusat komando dan sandera dalam serangan 7 Oktober. Hamas membantah tuduhan tersebut.

Sebuah rumah sakit lenyap seperti 'abu', dengan banyak jenazah yang terkubur sebagian.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada tanggal 6 April bahwa Al-Shifa, rumah sakit terbesar di wilayah Palestina di Kota Gaza, hancur menjadi abu akibat pengepungan Israel bulan lalu, meninggalkan cangkang kosong berisi puluhan mayat. Staf WHO yang tiba di fasilitas yang runtuh menggambarkan pemandangan mengerikan dari mayat yang terkubur sebagian, dengan kaki mencuat dan bau busuk yang menyengat.

Pada tanggal 7 Oktober, Israel melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap militan Hamas di Gaza setelah kelompok militan tersebut menyerang komunitas di Israel selatan.

Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya menewaskan 1.170 orang, menurut data AFP. Sekitar 250 orang disandera di Gaza selama serangan itu, 129 di antaranya masih ditahan, kata militer Israel, dan 34 orang tewas. Serangan balik Israel sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 34.151 orang di Jalur Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, kata kementerian kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas.

Seorang pakar PBB di Jenewa mengatakan pada hari Senin bahwa perang Israel di Gaza adalah perang terhadap hak kesehatan sejak awal dan akan menghancurkan sistem kesehatan negara Palestina.

Pelapor Khusus PBB bidang hak kesehatan, Taleng Mofokeng mengaku sedih.

Infrastruktur medis telah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi, katanya kepada wartawan di Jenewa, hanya beberapa hari sebelum perang di Gaza meletus setelah Hamas melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada 7 Oktober.

Di tengah pemboman Israel yang tiada henti di Gaza, penyedia layanan kesehatan telah bekerja selama berbulan-bulan dalam kondisi yang mengerikan dengan pasokan medis yang sangat terbatas.

Namun Mofokeng, seorang ahli independen yang ditunjuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB, mengatakan, “Ini adalah perang terhadap hak atas kesehatan sejak awal,” namun dia tidak mau menyebut PBB.

Menonton video”Laporan terbaru WHO mengenai jumlah rumah sakit yang roboh di Gaza
[Gambas:Video 20detik]

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama