Mengingat arus balik yang tinggi, apakah lebih aman berkendara siang atau malam?-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-



Jakarta

Libur Idul Fitri tak terasa tinggal menghitung hari saja. Arus mudik Lebaran juga terpantau padat di berbagai titik jalan. Banyak pelancong lebih memilih berkendara pada malam hari. Tujuannya agar terhindar dari terik dan panasnya sinar matahari serta terhindar dari kemacetan.

Paulina Thiomas Ulita, SPS, dokter spesialis kesehatan tidur dari Mayapad Hospital Tangerang, mengingatkan, pilihan mengemudi pada larut malam hingga dini hari lebih berbahaya. Meski begitu, pilihan berkendara pulang pada malam hari masih bisa diabaikan.

Paulina berbicara dengannya, “Risikonya lebih besar karena tubuh istirahat di malam hari. Jika Anda berencana bersepeda di malam hari, lebih baik istirahat di hari pertama, agar tubuh siap melakukan perjalanan.” detikcom.

iklan

Gulir untuk melanjutkan konten.

Namun, pilihan berkendara di malam hari seringkali tidak bisa dihindari. Beberapa orang lebih memilih malam hari ketika mereka merasa lalu lintas lebih sepi daripada terjebak kemacetan di siang hari.

Menurut dr Paulina, jika memang ingin bolak-balik di malam hari, Anda harus menyiasatinya dengan mengubah jadwal tidur.

“Jadi ya, aku harus—Itu berubah Paulina “Iya, waktunya tidur, kalaupun tidur di siang hari, kamu tidak bisa tidur lama-lama, karena malam hari kamu merasa lelah untuk bepergian, sehingga tidak bisa tidur banyak.”

Terakhir, jika Anda masih merasa mengantuk selama perjalanan, dr Paulina menyarankan agar Anda segera mencari tempat istirahat selama 10-20 menit untuk tidur.

Namun perjalanan malam hari lebih berbahaya karena kewaspadaan menurun, ada rasa ngantuk, namun hal ini bisa diatasi, kata dr Paulina.

Ikuti berita terbaru tentang arus pulang dan pulang Teman BRI pulang.

Menonton video”Menghindari tidur mikro dalam perjalanan pulang
[Gambas:Video 20detik]
(naik naik)

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama