
Jakarta –
Orgasme kerap digambarkan sebagai puncak kenikmatan yang 'perlu' dicapai saat berhubungan seks. Tak hanya pria, kebanyakan wanita bermimpi mencapai orgasme saat berhubungan seks dengan pasangannya.
Meski demikian, orgasme masih menjadi fenomena misterius. Faktanya, masih ada sebagian orang yang tidak menyadari tanda-tanda tubuhnya sedang mengalami orgasme. Hal ini tidak mengherankan, apalagi mengingat setiap orang bisa mengalami orgasme dengan cara yang berbeda-beda.
“Bagi sebagian orang, orgasme terasa seperti cegukan kecil, sedangkan bagi sebagian lainnya, orgasme seperti letusan gunung berapi,” kata seksolog Dr. Patty Britton, Ph.D.
iklan
Gulir untuk melanjutkan konten.
Lalu apa saja gejala orgasme yang bisa dialami wanita? Dikutip dari Refinery29, berikut ulasannya.
1. Kulit merah
Salah satu gejala wanita orgasme yang paling umum adalah kulit merah. Kondisi ini disebut juga dengan ejakulasi.
Seringkali kemerahan muncul di kulit wajah, leher, dan dada. Terkadang, area merah terasa ada sentuhan.
2. Detak jantung dan pernapasan cepat
Orgasme membuat pernapasan dan jantung berdetak lebih cepat. Di tahun Menurut sebuah penelitian tahun 2008, rata-rata detak jantung paling tinggi pada awal orgasme, dan secara bertahap kembali normal setelah 10-20 menit.
“Saat kita lebih terjaga, kulit kita bisa menjadi lebih merah, kita bisa bernapas lebih cepat, kita bisa sesak napas,” kata Britton.
3. Badan menjadi tegang
Saat hendak mengalami orgasme, seringkali tubuh Anda menegang, lalu tiba-tiba lepas. Britton mengibaratkan orgasme dengan bersin.
“Orgasme sering kali terasa seperti 'ahhhh', perasaan lepas, perasaan hembusan napas yang penuh gairah ke seluruh tubuh kita. Itu adalah momen pelepasan,” katanya.
4. Muncul rasa bahagia dan rileks
Saat orgasme, otak dibanjiri hormon pemicu kesenangan seperti oksitosin dan dopamin. Hormon-hormon ini menciptakan perasaan kepuasan, relaksasi, cinta dan keintiman dengan pasangan.
5. Kelelahan dan tidur
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tubuh bisa lebih rileks setelah orgasme. Hal ini disebabkan oleh aktivitas hormon oksitosin, vasopresin, dan melatonin.
Oksitosin mampu menurunkan tingkat stres sehingga membuat tubuh lebih rileks. Sedangkan vasopresin merupakan hormon yang berperan dalam mengatur ritme sirkadian. Ritme sirkadian merupakan proses internal alami tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun 24 jam.
Pelepasan kedua hormon ini biasanya memberi sinyal melatonin kapan waktunya tidur dan kapan waktunya bangun.
6. Kontraksi otot
Banyak wanita mengalami kram otot selama atau bahkan setelah orgasme. Ini adalah kontraksi berdenyut yang terjadi di vagina dan anus. Beberapa orang menggambarkan perasaan ini sebagai 'membeku'.
Selain terjadi pada dinding vagina, kejang otot juga bisa terjadi pada tungkai, telapak kaki, paha, selangkangan, dan perut.
Menonton video”RSCM telah berhasil melakukan transplantasi hati pada orang dewasa“
[Gambas:Video 20detik]
(di/kna)