Sebentar lagi Bulan Puasa, Begini Kisah Warga DKI Tutup Olahraga di CFD-Blogicakicak.com

Blogicakicak.com-Sebentar lagi Bulan Puasa, Begini Kisah Warga DKI Tutup Olahraga di CFD

Jakarta –Bulan Ramadhan adalah saat yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Menjelang bulan suci Ramadhan, banyak warga yang memilih meningkatkan aktivitas fisik.

Seperti yang terlihat di Dicky Jakarta, banyak warga yang menjadikan Car Free Day (CFD) sebagai salah satu destinasi favorit untuk rehat olahraga menjelang memasuki bulan puasa.

Anisa Lutfi (23), misalnya, warga Tangang yang memilih menghabiskan waktunya dengan berlari sejauh 5 km di Stadion Renang Gelora Bung Karno (SUGBK), mengaku ‘menutup diri’ menjelang memasuki bulan puasa.“Rencananya besok tutup, saat kita selesai puasa sebelum puasa, karena kalau puasa agak susah memimpin, kalau puasa kurangi saja intensitasnya, kalaupun puasa ya. Nanti dicoba lari. Habis puasa, jadi kalau haus nggak apa-apa, tunggu saja sampai buka,” kata Anisa, Minggu (3/10/2024) saat ditemui Detikcom.

Berlari 5-10 kilometer tiga kali seminggu sudah menjadi rutinitas Anisa. Bergabung dengan komunitas pelari ASN di Jakarta membuat Anisa tak henti-hentinya berolahraga di bulan puasa karena sulit menyesuaikan diri jika berhenti dalam waktu lama.

Seperti Dobi (27) asal Jakarta, ia tergabung dalam komunitas lari. Selama puasa, ia mengaku akan berlatih bersama komunitas CNR pada minggu kedua puasa. Hanya saja ada penyesuaian pada saat pemilihan balapan.

“Hari ini aku mau lari jarak jauh, tapi cuaca sedang hujan jadi hanya itu yang bisa aku lakukan. Biasanya di akhir puasa, masyarakat kita suka lari jarak jauh, dan waktu terbaik untuk berpuasa adalah jam 8 malam, ” dia berkata.

Selain mengurangi olahraga, sebagian orang juga menyesuaikan jadwal dan waktu olahraganya, karena variabilitas ekstrem yang terjadi saat berpuasa.

Berbeda dengan Anisa dan Dobi yang perlu mengatur waktu, Jumono (38), warga Jakarta Barat, mengaku lebih memilih waktu pagi untuk berolahraga.

“Biasanya saya lanjutkan puasa saya dan tetap lari, puasa tahun lalu juga sama, tapi saya lari jam 06.30 pagi, saya tidak punya tenaga untuk lari sore, siangnya panas. kalau pagi agak dingin, itu bagus,” tutupnya.

Selain Anisa, Dobi, dan Jumono, beberapa warga lainnya berkumpul untuk penutupan olahraga tersebut sebelum memasuki bulan puasa. Mulai dari lari, bersepeda, jalan kaki, bahkan yoga di rumah.

Sumber link

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama