Nama Segitiga Bermuda sudah tidak asing lagi kan di telingamu? Kamu niscaya masih jangan lupa kisah-kisah misterius hilangnya kapal dan pesawat di daerah ini. Lagipula nama Bermuda juga terdengar Indonesia banget, sampai-sampai terdapat juga yang mengaitkannya bareng kisah mistis di negeri kita. Di luar negeri sana, kisah mistis pun tidak lepas berasal nama Segitiga Bermuda, daerah ini dianggap-sebut juga sebagai aktivitas paranormal.
Segitiga Bermuda adalah wilayah yang mencakup lebih berasal 1/2 juta mil persegi lautan yang terletak antara Bermuda, Florida dan Puerto Rico. Istilah Segitiga Bermuda pertama kali diciptakan sang penulis Vincent H. Gaddis pada tahun 1964. Dan sejak itu daerah ini dikenal bareng sejumlah legenda mengenai sejumlah pesawat dan kapal yang hilang tanpa jejak di sana.
Pekan ini sebuah program bertajuk Whats on Earth di Science Channel berhasil menghebohkan dunia sesudah menyiarkan bahwa misteri Segitiga Bermuda sudah terpecahkan. Apakah betul?
Science Channel menyiarkan dampak penelitian para ilmuwan mengenai awan heksagonal. Kunci dibalik hilangnya banyak kapal dan pesawat di Segitiga Bermuda
Acara Whats on Earth menayangkan penemuan awan berbentuk heksagonal yang berukuran antara 20 dan 50 mil. Awan ini bisa membuahkan terlokalisasinya angin kencang yang diduga sebagai penyebab banyak sekali macam kejadian di sana. Kita semua tahu bahwa kejadian di kawasan ini belum pernah terdapat yang bisa dijelaskan penyebabnya. Awan heksagonal ini sang peneliti dianggap bareng bom udara yang terbentuk berasal microburst, sebuah downdraft (angin yang menghempas ke bawah) yang membuahkan penyimpangan angin yang sangat kuat dan memukul laut serta menciptakan gelombang besar yang saling berinteraksi satu sama lain.
Usai program, Science Channel justru dihujat termasuk sang para ilmuwan, mereka diduga menyelewengkan fakta. Apa yang salah dan terjadi sebenarnya?
Dua ilmuwan yang bertugas meneliti rahasia dibalik misteri Segitiga Bermuda, membicarakan bahwa penelitian mereka belum selesai dan misteri Segitiga Bermuda sama sekali belum terpecahkan.
Randy Cerveny, seseorang ahli iklim berasal Arizona State, dan Steven Miller, peneliti ilmu atmosfer berasal Colorado State, keduanya menyayangkan program Whats on Earth yang ditayangkan Science Channel. Mereka menduga temuannya telah disalahgunakan. Kritik dua ilmuwan ini pada program Science Channel artinya bahwa sebenarnya sama sekali tidak terdapat misteri di balik pola awan tersebut. Inilah yang dikatakan Miller dalam wawancaranya bareng Kanada National Post.
Kemungkinan jika awan itu penyebabnya memang terdapat, tapi itu sangat mini dan masih butuh banyak eksplorasi serta spekulasi teori lagi
Miller dan Cerveny mengungkapkan memang terdapat sedikit kemungkinan jika awan itu penyebabnya, tapi kemungkinan itu sangat mini. Dan program Science Channel keliru membungkus temuan itu sebagai terlalu sensasional bareng membangun misteri itu seolah-olah sudah dipecahkan. Yang paling heboh mungkin sebab munculnya istilah bom udara yang diciptakan Miller, padahal itu hanya istilah buat mendeskripsikan microbursts saja, dan konsep ini sudah acapkali dianggap sebelumnya.
Kedua ilmuwan ini membicarakan jika editing Science Channel terlalu menghebohkan. Wajar saja sesudah program ini mengudara pekan ini, media lainnya pribadi mengulas penemuan ini juga. Dan semuanya artinya media yang memiliki otoritas dan terpercaya. Tak heran jika rakyat dunia pun pribadi heboh.
Miller dan Cerveby tidak bisa pribadi mengklarifikasi program ini absolut usai ditayangkan tapi kemudian mereka buka suara juga. Intinya penemuan mereka ini belum memecahkan apa-apa dan mereka masih butuh mengeksplorasi teori kemudian berspekulasi apa saja kemungkinan penyebabnya sebelum fokus ke satu kesimpulan. Kalau berdasarkan kamu apa rahasia di balik misteri Segitiga Bermuda selama ini Guys?
Suka artikel ini? Yuk, follow Hipwee di mig.me!
Tags
heboh